Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Renty Mokoginta. (foto/mn)
BOLMONG,MAMADONEWS,-Terkait dugaan aksi tak pantas yang dilakukan oleh oknum guru SMPN 1 Poigar kepada seorang siswa laki-laki berinisial HO dan dua orang siswi berinisial MM dan VR dengan memberikan hukuman menjemur ketiganya ditengah teriknya matahari pada Jumat (17/1/2019) mulai dari pukul 07.30 Wita hingga pukul 10.30 Wita (waktu istirahat sekolah) di halaman sekolah kini memasuki babak baru.
Pasalnya pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmong yang sebelumnya menjelaskan, bahwa kejadiannya pada hari itu berlangsung saat jam olahraga, siswi tersebut tak membawa seragam olahraga, tapi diikutkan di jam olahraga.
“Pak guru olahraga tidak pernah marah dan menjemur. Tetapi diikutkan olah raga bersama-sama selama 1 jam, setelah itu masuk kelas mengikuti teori. Kemudian siswi baru melapor sementara pengobatan dari sakit,” jelasnya.
Jadi, tambah Renty tidak benar kalau terjadi pemberian sanksi yang tidak sesuai dengan regulasi.
“Itu hasil konfirmasi kepada kepsek dan guru yang bersangkutan. Apalagi menurut kepsek, dirinya tak berada disekolah saat kejadian,” bebernya.
Ditambahkan, Kadis Renty akan segera memanggil kepsek dan oknum guru ini.
“Saya akan memanggil Kepsek bersama oknum guru bersangkutan,” jelas Renty.
Diungkapkannya, jika memang terbukti melakukan tindakan tak pantas kepada siswa maka oknum guru akan diberikan sanksi.
“Yang pasti akan diberikan sanksi jika guru tersebut terbukti bersalah,” tutupnya.
Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmong itu pun langsung dibantah oleh Virginia Rugian siswi yang dijemur dimatahari yang saat itu lagi sakit cikungunya.
“Saya disuruh berdiri di tengah terik matahari bersama 2 orang siswa lain. Padahal sebelum jam olahraga saya sudah katakan kalau sakit tetapi pak guru tidak hiraukan, katanya saya hanya beralasan,” cerita Virginia.
Menurutnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmong terkesan hanya mendengar keterangan sepihak dari oknum guru tersebut.
“Seharusnya pak kadis turun menginvestigasi dilokasi kong baku dapa nanti kita jelaskan. Kan ada SPPD kecamatan. Turun kwa pak kadis datang lia dan konfrontir kami semua murid kls 1A SMP Negeri 1 Poigar dengan sang guru tersebut,” tantang Virginia.
Ditambahkannya, seharusnya pak kadis Interview juga kepada guru guru yang lain. Karena kejadian ini dilingkup sekolah di halaman olahraga yang pas berhadapan dengan ruang kelas serta ruang tata usaha dan ruang kepala sekolah.
“Pasti banyak guru yang menyaksikan tontonan hukuman badiri dipanas. Pasti guru-guru laeng ada lia karna kejadian ini dari pukul 7.30 sampe waktu istirahat,” ujarnya.
(Stvn)












