SULUT,Manadonews.co.id-.Berdasarkan analisis dan prakiraan model yang dimiliki BMKG, terdapat peluang tinggi gelombang signifikan mencapai 3 meter hingga tanggal 16 Juli 2019 terutama di Laut Maluku hingga sebelah timur Perairan Kepulauan Sangihe, dan Perairan Kepulauan Talaud.
Hal ini dipicu oleh adanya sistem tekanan rendah di sebelah timur Filipina sehingga mengakibatkan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Utara.
Masyarakat Sulut diminta agar tetap waspada Potensi Gelombang Tinggi diperairan laut Sulawesi.
Berdasarkan pantauan terakhir BMKG (14/06), tekanan di pusat sirkulasi sebesar 1004 mb dan kecepatan angin berkisar 30-45 knots.
Jika tekanan udara terus menurun dan kecepatan angin meningkat, ada peluang sistem tekanan rendah tersebut dinaikan statusnya menjadi badai tropis.
Meski demikian, BMKG menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena sistem tekanan rendah ini diprakirakan bergerak ke barat-barat laut menjauhi wilayah Indonesia.
Menurut Ricky Daniel Aror Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, BMKG akan terus memantau dan memberikan informasi terkini jika ada perubahan cuaca secara signifikan. Sejauh ini kondisi angin dan gelombang di perairan sekitar Sulawesi Utara diprakirakan akan berangsur menurun setelah tanggal 16 Juli 2019.
“BMKG akan terus memantau dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat jika ada perubahan cuaca secara signifikan,” katanya.
“Sejauh ini kondisi angin dan gelombang di perairan sekitar Sulawesi Utara diprakirakan akan berangsur menurun setelah tanggal 16 Juli 2019,” pungkas Aror.
(Ben)












