MANILA, MANADONEWS – Distrik elite Makati di kawasan Metro Manila benar-benar berasa dan bernuansa kawanua, sejak Senin (14/7/19) kemarin. Mayoritas hotel full house karena dipenuhi para warga Minahasa, baik dari Sulawesi Utara, Jakarta dan beberapa kawasan Indonesia, juga sejumlah negara (di benua Asia, Amerika hingga Eropa).
Selain para Minahassan dari tanah leluhur, serta kalangan Overseas Minahassa (para kawanua = Orang Minahasa perantauan, Red), ada pula sejumlah komunitas aneka latar profesi maupun aktivitas yang datang, baik itu para rohaniwan, seniman, wartawan, diplomat, akademisi, pebisnis, keluarga TNI/Polri, politisi, birokrat, dan seterusnya.

Mereka datang dalam sejumlah ‘Kloter’, bahkan ada yang sudah tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino per hari Minggu (14/7/19), dimana hingga pada saat ‘welcome party’, Selasa (16/7/19), tercatat sudah sekitar 200-san tetamu, yang menurut Pdt Dr Weinata Sairin, STh, mantan Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI): “Menuju Manila secara spontan, untuk menyaksikan perbuatan TUHAN sebagaimana disaksikan Pe-Mazmur dalam pasal 92:12-14 …”Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya….”
Kehadiran mereka, bahkan diplomat sekaliber Robert Inkiriwang (mantan Konjen Ekonomi KJRI Los Angeles, AS hingga Dubes RI di Bulgaria) jauh-jauh datang sehari sebelum acara puncak selebrasi yang direncanakan Rabu (17/7/19) di Dusit Thani Hotel, Makati, tidak lain untuk menghadiri Selebrasi Pesta Emas (50 tahun) Perkawinan Keluarga Sarundajang – Laoh Tambuwun.

“Malam ini (Selasa, 16/7/19), kami persembahkan gelaran ‘welcome party’ sebagai penghormatan serta penghargaan yang tinggi kepada seluruh kerabat yang datang, kendati pun masih ada beberapa kloter beberapa jam ke depan hingga Rabu (17/7/19). Atas nama isteri tercinta, Ibu Deitje Sarundajang Tambuwun Laoh, anak-anak dan cucu-cucu, juga keluarga besar KBRI Manila, saya sangat tersanjung dan bersyukur kepada TUHAN yang telah mempertemukan kita, dimana di antara para kerabat ini ada yang sudah puluhan tahun baru bersua lagi di sini,” demikian ucapan sang punya perhelatan, Dr Sinyo Harry Sarundajang, Duta Besar (Dubes) RI untuk Republik Filipina, Republik Marshal dan Republik Palau.
Waktu untuk cucu-cucu
Ya, SHS, demikian sapaan populer sosok yang pernah empat kali jadi gubernur di tiga provinsi (Maluku Utara, Maluku, lalu Sulawesi Utara), ini merupakan ‘magnit’ sekaligus ‘primus enter pares’ yang mengagumkan banyak pihak. Di usianya yang telah melewati angka 70, dan telah mengabdi 50 tahun untuk Republik Indonesia (pernah jadi Sekda Kab Minahasa, Walikota Bitung, dan Irjen Depdagri) ini, tetap masih saja mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan amanat sebagai ‘His Excellencies’ Ambassador untuk tiga negara sekaligus.

“Padahal istri dan anak-anak sudah sepakat dengan saya, sesudah 50 tahun mengabdi, yakni ketika mengakhiri jabatan pengabdian kedua sebagai gubernur di Sulawesi Utara, kini waktunya memperhatikan cucu-cucu yang mulai tumbuh berkembang, karena mereka juga butuh perhatian serius. Isteri saya pun sempat menangis ketika ketahuan saya masih dipercayakan lagi melaksanakan satu tugas negara yang mulia ini. Itu sebabnya, di tengah aktivitas padat diplomasi internasional, saya lalu ajak keluarga untuk nyatakan syukur bersama, karena momentumnya ada dan tepat sesuai waktu-NYA yang indah,” ungkap SHS dengan nada bermakna dalam.
Rabu (17/7/19) besok, genap sudah juga usia perkawinannya dengan Deitje tepat 50 tahun, “Golden Wedding Anniversary”. Diperkirakan, ada 1.000-an undangan (kini tak cuma para kawanua) yang bakal tumplek di ‘Ball-room’ Dusit Thani Hotel, Makati, Metro Manila yang ramai oleh hiruk pikuk sebagai pusat bisnis utama Filipina. Dan perhelatan ini tampak di-‘handle’ langsung ke-4 anaknya, Ivan (mantan Wabup Minahasa), Vanda (Anggota F-PDI-P DPR RI), Fabian (Anggota DPR RI) dan Eva (Legislator Sulut), dengan ‘job-desk’ masing-masing.

Dalam puncak selebrasi nanti, Presiden Republik Filipina, Rodrigo Roa Duterte, yang telah jadi sahabat kental SHS sejsk 30 tahun lalu, berkenan menyampaikan testimoni tentang persahabatan keduanyaa. Asal tahu saja, Duterte yang sudah pernah menginap di rumah SHS di Kota Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjuluki kentalnya persaudaraan mereka dengan ‘blood brother’.
SHS yang baru tiga hari lalu mendampingi Menlu RI, Retno Marsudi di Aukland, Selandia Baru untuk menghadiri sebuah misi khusus negara-negara Pasifik Selatan, menyatakan, ada salam hormat dari ibu menteri. Kehendak hati ingin hadir di selebrasi “Golden Wedding Anniversary”, ini, tapi langsung hadiri Ratas bersama Presiden RI.
“Saya mengharapkan semua kita hadir bersyukur bersama pada puncak selebrasi di Dusit Thani Hotel, besok sore (Rabu, 17/7/19) hingga malam yang diawali ibadah dipimpin Bapak Pendeta Dr Richard Daulay dengan Liturgos dari unsur pimpinan Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), serta Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), dengan ‘background’ puji-pujian dari grup ‘choir’ Universitas Negeri Manado (Unima), dan musik kolintang ‘Nyong Noni Manado/Sulut’,” ujar SHS, saat menjamu semua tetamu pada ‘welcome party’, yang berlangsung di tetitori ‘Forbes Park’, Cambridge Cyrcle, Makati, tepatnya di “Wisma Duta”, tempat kediaman resmi Dubes RI.

Bangunan “Wisma Duta” sendiri, menurut SHS, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Orang Indonesia. “Bangunan ini dibangun Bung Karno 50 tahun lalu. Kita bangga, karena Indinesia punya kantor resmi Kefubes RI berlantai di pusat Distrik Makati, dan Wisma Duta di ‘Forbes Park’. Ini semua bikin Indonesia ada di deretan 10 besar negara yang memiliki fasilitas diplomasi kredibel, karena banyak negara hanya punya kantor tapi rumah tidak ada. Atau malah ada yang dua-duanya berstatus sewa. Artinya, ini menunjukkan betapa tingginya kepedulian Negara dalam membangun perdamaian dan persahabatan antar bangsa, juga untuk melindungi kepentingan warga serta pemerintah di luar negeri,” tuturnya.
Forbes Park memang benar-benar sebuah teritori spesial, seperti ‘Beverly Hills’-nya New York, yang dihuni para pesohor. “Termasuk petinju kebanggaan Filipina yang kaya raya, Manny Paquio, tinggal di rumah besarnya di sini.
Langsung ke konten












