PAPUA,MANADONEWS.co.id- Sebanyak 300 orang Pendeta dalam wilayah Sinode GKI se–Papua dan Papua Barat dan 200 mahasiswa akuntansi Indonesia yang sedang melakukan kegiatan simposium di wilayah perbatasan RI-PNG, Kamis (10/10/2019) mengunjungi Markas Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama Pos Kotis.
Dansatgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama Letkol Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han., M.l.Pol. menyatakan rombongan yang berkunjung tersebut terdiri dari 300 para pendeta yang dipimpin oleh Wakil Ketua Sinode GKI Pendeta Hizkia Rollo dan 200 orang mahasiswa akuntansi Indonesia yang dipimpin oleh Otis (Staf Universitas Cendrawasi).
“Rombongan yang berjumlah ratusan orang ini dalam rangka kunjungan hari kedua di perbatasan RI-PNG”ujar Dony sambil menegaskan kedatangan rombongan ini dalam konvoi kendaraan yang cukup banyak.
Dia menjelaskan, bahwa keberadaan para mahasiswa Akuntansi Indonesia saat itu dalam rangkaian kegiatan simposium, sementara para pendeta dalam kaitan acara Tour para Pendeta yang sedang mengikuti rapar kerja BP AM Sinode GKI se TP ke batas.
Dony menambahkan, setelah melihat langsung kondisi dan situasi perbatasan dan Markas Satgas Pamtas RI-PNG di Skouw, maka para pendeta dan mahasiswa diharapkan untuk berbagi cerita dan informasi serta menampik anggapan bahwa kawasan perbatasan ini berbahaya untuk di kunjungi karena banyak terjadi tembakan.
“Dengan kedatangan dan kunjungan para pendeta dan mahasiswa ini, persepsi bahwa kawasan perbatasan itu tidak aman akan terbantahkan.”tandas Dony sambil menambahkan kehadiran anggota Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat diperbatasan RI-PNG tersebut.(Regina TS)













