BITUNG,MANADONEWS.co.id- Maximiliaan J Lomban SE, M.Si sebagai Wali Kota Bitung, membuka Forum Group Discussion (FGD) Penanganan Konflik Sosial di Kota Bitung, yang digelar di Ruang Sidang Lantai 4, Kantor Walikota Bitung. Selasa, (05/11).
Dalam kesempatan tersebut, Lomban mengucap syukur atas terciptanya kebersamaaan dalam menjalankan tugas untuk membangun bangsa dan negara khususnya di kota Bitung, juga bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang telah memprakarsai dalam melaksanakan kegiatan FGD tentang Penanganan Konflik Sosial di Kota Bitung.
“Kondisi masyarakat kota Bitung yang diberi identitas kota multi etnis oleh karena berbagai perbedaan kelompok sosial, budaya, agama, golongan dan strata sosial bahkan adanya perbedaan pandangan politik serta tentang kelompok minoritas mayoritas menunjukkan kota Bitung sebagai Indonesia mini, dengan citra Bhineka Tunggal Ika yang telah melekat dalam hidup kita dan menjadi motto hidup bermasyarakat,” ucap Lomban saat itu.
Lanjut, Letak geografis kota Bitung yang merupakan pintu gerbang di kawasan Asia pasifik, menjadikan kota bitung mengundang siapa saja ingin datang ke kota ini bahkan bebas menjadi warga masyarakat kota Bitung yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sehingga ditengah kemajemukan yang ada di kota Bitung terdapat berbagai perbedaan yang kita miliki yang seharusnya menjadi aset kearifan lokal,” katanya
Lomban mengingatkan agar seluruh aspek masyarakat kota Bitung untuk tidak mudah terprovokasi dengan beredarnya isu-isu yang tidak benar ditengah masyrakat.
“Apalagi di era revolusi industri 4,0 ini, semua orang dengan mudahnya bertindak sebagai ‘Insan Media’, menyebarkan informasi bebas tanpa saring, tanpa peduli dampak bahkan nilai kebenaran dari berita yang dibagikan sehingga dapat menjadi sumber provokasi yang sulit dibendung. Fakta ini perlu dan harus menjadi perhatian kita bersama baik sebagai pemerintah, pemuka agama, tokoh masyarakat bahkan juga lembaga-lembaga kemasyarakatan,” ucapnya.
Melalui FGD ini, Lomban sangay berharap adanya suatu kesepakatan-kesepakatan untuk melakukan yang terbaik dalam rangka antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan sebagai suatu konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.
“Atas berbagai permasalahan sosial yang kian marak terjadi agar kota Bitung semakin maju, fokus pada peningkatan daya saing dan akhirnya membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat kota Bitung,” pungkas Lomban.
Turut hadir, Sekretaris Daerah Kota Bitung DR. Audy Pangemanan, Staf Khusus Walikota Berty Lumempow, Dandim 1310 Letkol Inf.Kusnandar Hidayat,MSi, Kapolres Bitung AKBP Stefanus Tamuntuan,SIK.MSi, Kejari Bitung Ariana Juliastuty,SH.MH, Ketua FKUB Pdt. Vivi Lousan-Rompas,MTh bersama anggota, Ketua FKDM Pdt. Stefanus Sumolang bersama anggota, Plt. Kaban Kesbangpol Herry Benyamin SH bersama jajaran, perwakilan BKSUA, perwakilan BAMAG, Tokoh masyarakat, perwakilan Imigrasi, perwakilan Bea Cukai, serta jajaran Pemerintah kota Bitung.
(Ebyx).












