Aedes Aegypti Intai Warga Bolmong, Ini 3 Tips dr Sahara

oleh -93 views

Kepala Dinkes Bolmong, dr Sahara Albugis

BOLMONG,MANADONEWS,-Demi mencegah terjadinya wabah penyakit akibat virus yang dibawah Aedes Aegypti di musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow (Bolmong) memberikan 3 tips yang sering dikenal dengan gerakan 3 M.

“Aedes Aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus terjadinya Demam berdarah, untuk itu pentingnya setiap warga melakukan Gerakan 3M ini yang terdiri dari kegiatan menutup, menguras, dan mendaur ulang bahan bekas”ucap Kepala Dinkes Bolmong, dr Sahara Albugis Rabu (9/1).

Dijelaskanya,nyamuk demam berdarah alias Aedes aegypti merupakan nyamuk yang bisa menularkan virus dengue penyebab demam berdarah dengue, chikungunya, dan juga Zika.

Menurutnya untuk mengatasi hal tersebut ada tiga cara yang harus di lakukan warga.

Cara pertama adalah menutup segala tempat yang bisa menampung air, baik di dalam maupun di luar rumah.

Jika tidak diperlukan, tengkurapkan wadah-wadah yang bisa menampung air di luar rumah agar tidak tergenangi air hujan yang dapat membuat nyamuk betina memanfaatkan air yang tergenang sebagai tempat bertelur.

Baca Juga:  Bupati Yasti Hadiri Upacara Podui'an dan Poponikan Komalig

Cara kedua adalah kuraslah tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, akuarium, dan vas bunga satu hingga dua kali seminggu.

Karena siklus metamorfosis nyamuk, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa, berlangsung selama 8-10 hari.

Dengan mengosongkan tempat-tempat penampungan air secara berkala, anda sudah dapat memutus siklus hidup nyamuk

Cara ketiga yakni mendaur ulang sampah sampah anorganik yang bisa menampung air.

“Dimusim penghujan ini, masyarakat diharapkan dapat menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, tidak menggantung pakaian dalam kamar dan menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air,” ungkapnya

Ia juga mengatakan saat ini curah hujan di wilayah Kabupaten Bolmong meningkat dan bisa menyebabkan banyak lokasi rawan banjir dan sampah menumpuk.

Jika masyarakat setempat tidak menjaga lingkungannya maka akan terjadi peningkatan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk yang bisa menularkan penyakit demam berdarah di tempat-tempat yang terisi air, atau terjadi genangan untuk beberapa waktu.

“Misalnya di dalam kaleng atau ban bekas. Genangan air itulah yang akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Semakin banyak populasi nyamuk maka risiko penularan penyakit akan semakin besar pula. Sehingga kami minta partisipasi aktif masyarakat dalam membantu membasmi perkembangbiakan nyamuk tersebut melalui gerakan 3M,” katanya

Baca Juga:  Pemkab Bolmong Nikahkan 80 Pasang Pengantin

Selain penyakit DBD, penyakit lain di musim hujan yang juga perlu diwaspadai adalah penyakit akibat virus seperti influenza, penyakit akibat bakteri dan parasit dan penyakit akibat jamur.

“Sehingga sangat pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut,” ajaknya.(David)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *