Pedagang Vs Pejalan Kaki Beradu Diatas Trotoar Sempit

  • Whatsapp
Para pedagang vs pejalan kaki terlihat saling beradu diatas trotoar. (Foto: Manadonews/Demsi).
Para pedagang vs pejalan kaki terlihat saling beradu diatas trotoar. (Foto: Manadonews/Demsi).
Para pedagang vs pejalan kaki terlihat saling beradu diatas trotoar. (Foto: Manadonews/Demsi).

MANADO, MANADONEWS – Suasana saling beradu di atas trotoar yang sempit di pusat Kota Manado, menjadi pemandangan rutin sehari-hari yang bisa disaksikan bahkan dirasakan langsung masyarakat.

Keadaan tersebut terpantau Manadonews, di lokasi depan Bank SulutGo, persis dimuka halaman Museum Sejarah Minahasa Raad, dijalan Sam Ratulangi Manado, (24/5) siang ini.

Bacaan Lainnya

Saling beradu diatas trotoar bukan hanya melibatkan para pejalan kaki saja, sebagaimana fungsi trotoar yang memang diperuntukkan bagi para pejalan kaki, namun penantang baru seakan hadir menantang para pejalan kaki untuk bisa memanfaatkan lokasi trotoar yang berada persis di pinggir jalan raya tersebut, untuk mengeruk keuntungan secara finansial.

Pertarungan diatas trotoar pun semakin menjadi, manakala para pedagang kaki lima menggelar dagangannya, yang memaksa pengguna trotoar yang sebenarnya harus rela berbagi ruang, bersesak-sesakkan, berhimpit-himpittan, hingga tak jarang ada yang sampai keluar dari lintasan trotoar dan jatuh persis dijalur perlintasan kendaraan bermotor, dan nyaris menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga:  SAS Ungkap Talenta Remaja di Kayawu

Warga pun terlihat kesal dengan aksi saling beradu tersebut.

“Ini trotoar atau tempat jualan?,” ungkap seorang ibu, yang kesal karena tak bisa melangkahkan kaki secara leluasa.

Lain lagi dengan seorang ibu yang sedang menunggu dibelakang antrian pejalan kaki yang terhenti akibat salah satu wanita sedang melakukan transaksi dengan pedagang diatas trotoar.

“Diatas trotoar, mar ada ba antri sama deng mo beli karcis ini,” ungkap ibu yang sedang berdiri dengan mengangkat payung diatasnya.

Pantauan Manadonews, di lokasi tersebut, para pedagang hampir memenuhi ruas trotoar dengan bermacam-macam jenis dagangan, mulai dari buah, tisu, kue, sampai peralatan rumah tangga pun, digelar diatas trotoar.

Bukan hanya di lokasi itu, namun pemandangan serupa terlihat hampir terjadi di semua trotoar yang ada di kawasan pusat Kota Manado, mulai dari depan Golden Supermarket hingga Zero Point, dan terus ke Kawasan Pasar 45 Manado, nampak aktifitas para pedagang mengambil alih fungsi trotoar, yang sudah tidak sesuai peruntukannya lagi sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan , serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan.

Baca Juga:  Nayodo Marah ASN Jangan Hanya Datang Mengisi Absen

Demsi Lumendek

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *