Kanker: Selayang Pandang

  • Whatsapp
linda rotty danesOleh: Prof. dr. Linda W A Rotty, SpPD-KHOM,FINASIM
(Bagian/KSM Ilmu Penyakit Dalam, FK Unsrat/RSUP Prof. dr RD Kandou Manado)

KANKER adalah penyakit pertumbuhan sel yang terjadi karena dalam tubuh timbul dan berkembang biak sel-sel baru yang bentuk , sifat dan kinetikanya berbeda dari sel normal asalnya. Sel kanker ini terjadi karena ada mutasi atau transformasi sel normal akibat adanya kerusakan gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel sehingga dapat menyebar ke hampir semua organ dan jaringan tubuh serta mempunyai presentasi yang unik dan memerlukan suatu pendekatan diagnostik, staging dan penanganan yang terintegrasi. Kematian akibat kanker setiap tahun di dunia melebihi 7 juta orang per tahun. Hampir tidak ada kanker yang dapat sembuh dengan spontan tanpa diobati.

Permasalahan Yang Dihadapi Dalam Penanggulangan Kanker Dan Sering Menjadi Momok adalah : Angka kesakitan (Morbiditas) dan angka kematian (mortalitas) cenderung meningkat dari tahun ke tahun, Spektrum penyakit kanker sangat luas, insidensnya tinggi, dapat menyerang semua orang tanpa pandang umur, bangsa, kelamin dan golongan, Penyebab kanker itu belum seluruhnya diketahui, Pengertian masyarakat akan kanker umumnya masih kurang serta masyarakat umumnya merasa ngeri akan kanker serta diagnostik dan terapi kanker tidaklah mudah dan sampai sekarang masih tergolong mahal, juga memerlukan penanganan secara TERPADU dari beberapa disiplin ilmu.

Bacaan Lainnya

Bagaimana Epidemiologi Kanker Di Dunia ? Insidens tidak sama di seluruh dunia, tergantung jenis kanker, ada yang tersebar merata, ada yang terdapat khusus dinegara-negara tertentu. Migrasi penduduk, lingkungan hidup misalnya daerah tambang batu bara, pabrik asbes, nelayan kulit putih di Australia, dan perokok dapat mempengaruhi pola distribusi. Di Indonesia menurut WHO, insidens kanker 180/100.000 penduduk, di Semarang 100/100.000 penduduk. Di Sulawesi Utara, khususnya di RSU Prof Dr. RD Kandou Manado, selang Januari 2010 – Desember 2015 ditemukan 890 (15%) pasien kanker , 510 (57,30 %) wanita dan 380 (42,70%) pria. Sepuluh kanker terbanyak adalah berturut-turut, kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker ususl, kanker ovarium , kanker paru, kanker hati , kanker prostat , kanker kelenjar tiroid, kanker kandung kemih, and kanker nasofarings.

Baca Juga:  Jelang Dies Natalis Ke-60, Faked Unsrat Gelar Simposium Internasional

Lima kanker terbanyak pada pria adalah kanker usus, kanker paru, kanker prostat, kanker hati, dan kanker kandung kemih. Lima kanker terbanyak pada wanita adalah kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker ovarium, kanker usus , dan kanker tiroid. Frekwensi kanker cenderung meningkat, penyebabnya adalah perbaikan derajat kesehatan masyarakat, pola penyakit bergeser dari penyakit infeksi, kurang gizi, Peningkatan taraf pengetahuan, terjadi peningkatan kesadaran memeriksa penyakit secara dini, Umur rata-rata hidup naik, sudah mencapai cancerous age (diatas 45 – 50), Makin banyak polutan, terutama polutan yang merupakan karsinogen seperti : asap rokok, asap kendaraan bermotor, insektisida, nitrat atau nitrit yang dipakai sebagai pengawet makanan, asbes, dsb.

Siapa saja yang Mempunyai Risiko Tinggi Untuk Mendapatkan Kanker ? yaitu Umur 35 – 40 tahun, adanya Kelainan genetik, seperti polip usus, sering Kontak dengan karsinogen, misalnya karena : pekerjaan, kebiasaan hidup (merokok), makanan & minuman, lingkungan hidup, Orang dengan penyakit tertentu yaitu penderita kanker sendiri, penyakit infeksi (virus, jamur aspergillus flavus, parasit schitomiasis), cirrhosis hepatis, kelainan kongenital, lesi pra-ganas (keratosis senilis, nevus junctional, dysplasia mammae), immuno defisiensi, transplantasi organ, Riwayat Kanker dalam keluarga, terutama garis pertama vertikal (nenek , orang tua, anak, cucu) atau horisontal (saudara) tapi ini tidak berarti kanker adalah penyakit keturunan atau menular.

Apa Penyebab Kanker ? Saat ini yang bisa diterima sebagai penyebab kanker adalah adanya kerusakan gen (mutasi pada rangkaian DNA) yang mengatur pertumbuhan dan deferensiasi sel (genom abnormal), dimana Kerusakan dapat sejak fertilisasi, embriogenesis atau setelah dewasa. Penyebab Mutasi pada DNA bisa diakibatkan oleh Kebiasaan yang dimiliki, Lingkungan Anda serta Sejarah penyakit keluarga

Di mana Saja Kanker Itu Tumbuh ? Kanker dapat tumbuh dimana-mana pada semua organ tubuh seperti Kanker Mulut Rahim, Kanker Payudara , Kanker Tulang, Kanker Paru, Kanker Hati, Kanker Kulit, Kanker Usus, Kanker Darah, kanker Kelenjar Getah Bening

Apa Saja Yang Sering Dikeluhkan Penderita Kanker ? Secara umum ada 7 patokan keluhan dini yaitu : Perdarahan atau keluar lendir yang tak wajar dari dalam tubuh, Alat pencernaan terganggu atau ada kesukaran menelan, Tumor pada buah dada atau tempat lain, Obstipasi atau ada perobahan kebiasaan buang air besar atau kencing, Koreng atau borok yang tak mau sembuh, Andeng andeng yang berobah, membesar atau makin hitam, dan Nada suara menjadi serak atau batuk tidak sembuh sembuh.

Baca Juga:  Angkat Tema 'Love Without Borders' Fakultas Kedokteran Unsrat Gelar Ibadah Pra Natal

Bagaimana Gejala-Gejala Kanker ?
 Gejala kanker perlu dipilah-pilah mana yang disebabkan oleh kanker primer, atau sekunder karena metastase, komplikasi dan penyakit sekunder. Gejala-gejala dapat juga dikelompokkan berdasarkan apa yang ditemukan yaitu : Lokal, pada tempat kanker primer tumbuh, dimana terlihat adanya benjolan. Regional, pada kelenjar getah benimg yang berdekatan, umumnya berupa pembengkakan kelenjar lgetah bening dan pembengkakan kaki atau lengan Metastase, pada organ jauh yang terkena, gejala tergantung organ mana yang kena, biasanya berupa adanya cairan dalam selaput paru, cairan dalam rongga perut, atau patah tulang dan lainlain.

Beberapa Faktor Kelambatan Dalam Diagnostik Dan Terapi Adalah 
 1). Kelambatan penderita : kanker masih dalam stadium dini, sehingga kurang perhatian pada diri, kurang mengerti/tidak menyadari bahaya kanker, ada rasa takut, biaya, faktor keluarga, jauh dari fasilitas kesehatan, dan sebagainya. 2). Kelambatan dokter : Dokter tidak menemukan dan memikirkan kearah kanker, tidak mau melakukan konsultasi atau merujuk penderita dan belum Cancer minded. 3). Kelambatan Rumah Sakit : Kurangnya sarana diagnostik, tenaga ahli onkologi dan tempat pemondokan.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Kanker ?
 Dasar diagnosis kanker dibedakan atas dasar diagnosis klinik dan patologis. Dasar diagnosa klinik yaitu ada plaque atau ulkus yang Tumbuh progresif, Hipervaskuler atau ada neovaskularisasi, Rapuh dan mudah berdarah, Menunjukkan infiltrasi, dan ada tanda tanda metastase.
Dasar diagnosa patologi yaitu Pada pemeriksaan mikroskopi terdapat Strukter sel khas untuk sel kanker, Banyak sel yang menunjukkan mitosis, struktur jaringan yang distorsi dan adanya Infiltrasi sel kanker ke jaringan sekitar pembuluh darah

Apa Saja Pemeriksaan Penunjang Yang Bisa Dilakukan Untuk Mendiagnosis Kanker ?
 Cara non-mikroskopi : klinik saja, radiologi, laboratorium, elektromedik, endoskopi, operasi eksplorasi dan test biokimia / immunologi. Cara mikroskopi : pemeriksaan sitology atau histoptologi jaringan tumor

Apakah Kanker Itu Dapat Dicegah ?
 Kanker dapat dicegah dengan melakukan program pencegahan kanker yang terdiri pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer berhubungan dengan health promotion dan mengurangi resiko pada populasi supaya kanker tidak berkembang, termasuk stop merokok, diet, modifikasi gaya hidup dan supplemen micronutrient . 30 – 40% dari semua kanker dapat dicegah melalui diet dan aktifitas fisik. Pencegahan sekunder adalah menemukan dan mengobati orang yang asimtomatik yang telah ada lesi premaligna atau keganasan stadium dini yang tidak menunjukkan gejala klinis.

Baca Juga:  Satgas Pamtas Yonif 713/ST Bangun Sinergitas TNI-Polri

Bagaimana PENANGANAN KANKER yang baik ?
 Penanganan pasien kanker yang baik membutuhkan orang yang capabel dan terlatih, dan ditangani secara multidisiplin. Prinsip dasar pengobatan adalah mengobati pasien dengan gangguan fungsi dan gangguan struktur yang minimal. Pengobatan tergantung saat diagnosis apakah kanker masih terlokalisir atau sudah bermetastase. Tujuan terapi kanker ada 2 yaitu kuratif (menyembuhkan) yang bertujuan untuk membebaskan penderita dari kanker untuk selama-lamanya srta paliatif (meringankan) adalah semua tindakan aktif guna meringankan beban penderita yang tak mungkin disembuhkan lagi dalam hal ini, memperbaiki kwalitas hidup, mengatasi komplikasi dan mengurangi/meringankan keluhan.

Modalitas terapi adalah terapi utama, terapi tambahan , terapi komplikasi, terapi suportif , dan terapi sekunder Terapi utama berupa pembedahan, radioterapi, kemoterapi, hormonterapi, bioterapi, Terapi tambahan (adjuvant) adalah terapi yang ditambahkan pada terapi utama berupa adjuvant kemoterapi, hormone terapi, radioterapi serta adjuvant operasi

Bagaimana Dengan Kemoterapi ?
 Merupakan obat yang dicoba untuk menghentikan penyebaran kanker. Dapat berefek pada sel normal, Dapat membuat perasaan tidak enak, menyebabkan rambut rontok, dan terasa capek. Dapat melakukan kemoterapi di RS dan pulang kerumah diantara kemo.

Apa Itu Pengobatan Paliatif ?
 Merupakan penanganan total kanker pada pasien yang tidak bisa menerima terapi kuratif. Yang terpenting pada terapi paliatif adalah mengontrol nyeri, dan aspek psikologis, sosial dan spiritual.

Lima tujuan dari penanganan paliatif yaitu 1). Mengobati nyeri dan gejala fisik lain yang disebabkan oleh kanker atau pengobatan kanker, 2). Pasien dapat memusatkan perhatian pada spiritual, 3). Pasien dapat memusatkan perhatian pada kepedulian sosial, termasuk kondisi keuangan serta hal lain termasuk transportasi, 4). Mengobati  psikososial seperti perubahan suasana hati dan depresi, 5). Memberikan dukungan pada keluarga pasien, teman, Tim paliatif terdiri dari dokter, perawat, pekerja social, fisioterapi, dietisian yang dibantu oleh keluarga dan lingkungan sekitar.

Bagaimana Dengan Terapi Alternatif ? Terapi alternatif Dapat membantu untuk menurunkan atau menghilangkan rasa nyeri, apabila akan dicoba dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis oleh karena masih banyak pengobatan jenis ini yang belum diuji mengenai efek samping yang mungkin bisa ditimbulkan.

Pos terkait