Berita TerbaruManado

Menata Kader, Menjaga Arah:  Langkah Yulius Selvanus di TIDAR Sulut

×

Menata Kader, Menjaga Arah:  Langkah Yulius Selvanus di TIDAR Sulut

Sebarkan artikel ini

Manado, MN – Di tengah dinamika politik daerah yang kerap riuh oleh manuver jangka pendek, langkah dalam momentum pelantikan kepengurusan (TIDAR) Sulawesi Utara justru menunjukkan pendekatan yang berbeda: tenang, terukur, dan berorientasi jangka panjang.

Pelantikan Standius Bara Prima sebagai Ketua TIDAR Sulut periode terbaru dapat dibaca lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan organisasi pemuda.

MANTOS

Peristiwa ini mencerminkan upaya konsolidasi yang menyentuh aspek paling mendasar dalam politik modern, yakni kaderisasi.

Dalam banyak pengalaman politik, keberlanjutan kekuasaan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan elektoral sesaat, melainkan oleh kemampuan membangun dan merawat sumber daya manusia politik secara berjenjang.

Di sinilah posisi organisasi seperti TIDAR menjadi relevan. Ia bukan hanya wadah berhimpun, tetapi juga ruang pembentukan karakter, jaringan, dan loyalitas politik generasi muda.

Kehadiran Yulius Selvanus dalam proses tersebut memberi sinyal penting bahwa kaderisasi tidak dilepaskan sebagai urusan internal organisasi semata.

Ada perhatian terhadap arah, nilai, dan kesinambungan.

Penekanan pada integritas, tanggung jawab, serta kedekatan dengan akar rumput menunjukkan bahwa organisasi ini diharapkan tidak terjebak pada simbolisme, melainkan berfungsi nyata dalam kehidupan sosial-politik.

Di sisi lain, pemilihan figur muda seperti Standius Bara Prima mencerminkan kebutuhan akan kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Generasi muda hari ini tidak hanya membutuhkan ruang partisipasi, tetapi juga kepercayaan untuk memimpin. Namun, kepercayaan itu tetap berada dalam kerangka besar organisasi yang terstruktur.

Pendekatan ini memperlihatkan keseimbangan antara pembaruan dan pengendalian, pembaruan melalui regenerasi kepemimpinan, dan pengendalian melalui kesinambungan nilai serta arah politik.

Jika ditarik lebih jauh, langkah ini juga dapat dibaca sebagai bagian dari strategi politik jangka panjang.

Dengan memperkuat basis kader muda sejak sekarang, fondasi organisasi akan lebih siap menghadapi kontestasi politik di masa mendatang bukan hanya dalam konteks elektoral, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan gagasan dan program.

Pada titik ini, politik tidak lagi semata-mata soal perebutan kekuasaan, melainkan tentang bagaimana kekuasaan itu dipersiapkan, diwariskan, dan dijalankan dengan kerangka yang lebih sistematis.

Langkah Yulius Selvanus di TIDAR Sulut menunjukkan bahwa kerja-kerja politik yang sunyi, yang tidak selalu tampak di permukaan namun sering kali justru menjadi penentu arah di masa depan.

Dalam kesenyapan itulah fondasi dibangun, dan dari fondasi itulah kekuatan politik bertahan atau runtuh.(Srapar)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop