Dana Bantuan Bencana 2014 Yang Ditilep Fasilitator di Kembalikan, Salindeho Jadi Penengah

  • Whatsapp

fb_img_1476353863180

MANADO,MANADONEWS-  Dana bencana tahun 2014 milik masyarakat yang ada di Kelurahan Tanjung Batu yang ditilep oleh fasilitator sebesar Rp 50 juta, akhirnya dikembalikan oleh Perusahan Terbatas (PT) Kogas bersama Kepala PPK Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Fentje Salindeho.

Uang berjumlah Rp 50 juta diserahkan langsung oleh Senior Fasilitator Erwin Supit kepada masyarakat yang terkait, di lantai dasar Hotel Sahid Kawanua Teling

Penyerahan uang penganti tersebut disasikan langsung oleh beberapa wartawan pos pemerintahan Kota Manado yang sehari harinya berkutat dengan pemberitaan.

“Kami meminta maaf dan saya nyatakan secara tegas mengundurkan diri, karena ini tanggung jawab besar,”ucap Erwin.

Selain itu katanya, dengan cara tersebut sangat dipastikan akan meredakan situasi pemberitaan terkait pemotongan dana bantuan yang semakin hari semakin memanas ditengah masyarakat.

“Pemotongan tersebut keliru, dimana yang menerima uang tersebut adalah sebagai bentuk ucapan terima kasih masyarakat kepada petugas lapangan terutama pada fasilitator,” tukasnya.

Lebih jauh katanya,Pihak Manajemen melarang keras bagi para petugas untuk menerima uang sebagai ucapan terima kasih dari masyarakat dalam bentuk apapun.

“Pada saat proses penyaluran bantuan kami disaksikan langsung oleh beberapa media masa, dan uang diserahkan secara tunai. Sebab tidak ada  potong memotong seperti yang diberitakan oleh media massa.

“Kami memberikan uang secara utuh, sesudah itu semua pulang dan kami tidak tahu lagi apa yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu Jousi Kumontoy salah satu bendahara Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tanjung Batu mengatakan, uang tersebut diberikan sebagai rasa terima kasih kami karena berkat Tuhan datang kepada mereka.

“Tidak ada unsur kesengajaan dalam bentuk pemotongan dana. Itu hanya sebagai ucapan terima kasih,” tukasnya.

Baca Juga:  Ada SAS di Hari Terakhir Pendaftaran Cawali Tomohon via Beringin

Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan SE SH STH, saat dimintai keterangan mengatakan, tindakan itu tidak benar. Karena Ini berhubungan dengan kemanusiaan lewat dan tindakan memberikan uang sebagai rasa terima kasih, itu tidaklah dibenarkan.

“Kalau menyerahkan uang tersebut berarti benar ada pemotongan. Kalau tidak ada potongan tidak harus diserahkan seperti itu,”koar Mor

Selain itu katanya, memberhentikan fasilitator terkait isu pemotongan tersebut adalah tindakan tepat. Sebab informasinya bukan hanya dari lurah dan wartawan melainkan masyarakat penerima bantuan juga.

“Saya juga mendapatkan sms dari masyarakat yang mengeluh pemotongan dana tersebut,” ungkapnya.

Diapun menambahkan, mereka telah mendapatkan fasilitas jadi meski beralasan seperti itu tidak masuk akal, justru akan menjadi kebiasaan buruk bagi kelompok tersebut. Dan dampaknya sangat besar yang bisa menjangkiti Pokmas lain.

“Sekali lagi itu tindakan yang tidak tepat, kalau tahu salah kenapa harus terima,” ucapnya

Sementara itu Kaban Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Maximilian Tatahede melalui PPK Fentje Salindeho, berharap agar proses kegiatan penyaluran bencana ini berjalan dengan baik. Kemudian tidak akan muncul lagi laporan – laporan terkait potong memotong dana bantuan tersebut.

“Kedepan proyek ini haruslah dikerjakan sesuai aturan dan bagi yang kedapatan melakukan pungutan ataupun pemotongan akan dikenakan sanksi,” pungkasnya.

Baca Juga:  Watung Terima Kunjungan Kepala BKKBN RI

 

(Onal Gampu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *