JWS Kuliahi Mahasiswa Program S2 Unsrat

  • Whatsapp
Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow, saat memberikan materi dalam Kuliah Lapangan Program Pendidikan Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi.
Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow, saat memberikan materi dalam Kuliah Lapangan Program Pendidikan Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi.
Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow, saat memberikan materi dalam Kuliah Lapangan Program Pendidikan Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi.

TONDANO, MANADONEWS – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, membuka pelaksanaan Kuliah Lapangan Program Pendidikan Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi, pada Kamis (3/11), di Kantor KPUD Minahasa.

Kepada mahasiswa Program S2 UNSRAT yang diantar langsung oleh Koordinator Program Dr Ferry Daud Liando SIP MSi ini, Bupati JWS juga memberikan pokok-pokok pikiran terkait dengan evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada di Provinsi Sulawesi Utara umumnya.

Bacaan Lainnya

Dalam materinya Bupati JWS mengatakan bahwa mempelajari ilmu politik tidaklah cukup jika hanya mempelajari berbagai teori dalam literatur-literatur politik. Memahami politik akan sempurna jika terlibat dalam aktivitas politik. Politik itu skill, bukan hanya sekedar teori.

Bupati juga menjelaskan sejumlah persoalan terkait kepemiluan seperti perolehan kursi bagi setiap parpol yang terkesan tidak adil.

Baca Juga:  Tertahan di Istanbul, Jadwal Kepulangan Bupati dan Rombongan Tertunda

“Partai yang memperoleh suara paling banyak memperoleh kursi sama dengan parpol lain yang jumlah suaranya lebih kecil. Ini poin yang perlu di benahi dalam sistim kepemiluan kita,” katanya.

Satu hal yang menarik, Bupati juga berbagi pengalaman terkait perjalanan kepemimpinan beliau dari seorang guru hingga menjadi Bupati. Bupati kemudian menjelaskan soal hubungannya dengan penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU, sepanjang karir politiknya. Dikatakannya bahwa dirinya tidak pernah mengintervensi kinerja, tugas pokok dan kewenangan KPU, apalagi mengajak lembaga independen tersebut untuk melakukan tindakan kecurangan Pemilu.

“Jangan intervensi penyelenggara Pemilu agar mereka bisa berkreasi menyelenggarakan Pemilu dengan bertanggung jawab. Biarkan mereka bekerja dengan mandiri, jujur dan independen. Sebagai Pemerintah, kewajiban kami memfasilitasi kerja KPU mewujudkan demokrasi yang bermartabat, apalagi Minahasa dikenal sebagai pioner demokrasi. Sementara sebagai pimpinan Parpol, saya tidak pernah meminta KPU Minahasa menambah perolehan suara Partai yang saya pimpin dalam parhelatan Pemilu,” ungkap Sajow.

Lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa berpolitik harus punya strategi, namun strategi yang dilakukan harus dalam koridor aturan.

Baca Juga:  Unsrat Perpanjang Kuliah Online

“Pengalaman saya sebagai seorang politisi perlu belajar bagaimana aturan-aturan prinsip yang mengatur keikutsertaan dalam Pemilu. Aturan yang berubah menuntut perubahan strategi politik,” ungkap Sajow.

Dalam kegiatan yang turut dibekali dengan materi oleh Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda MPd dan Ketua KPU Minahasa Meidy Tinangon MSi ini, diawali dengan Prakata Koordinator Program Ferry Daud Liando yang menyampaikan bahwa program kuliah lapangan ini merupakan kegiatan dengan tujuan memperkuat kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi di bidang kepemiluan.

“Di kampus mahasiswa hanya belajar teori dan kebijakan, untuk melengkapi pengetahuan mereka perlu ada keseimbangan terkait fakta yang dihadapi penyelenggara kepemiluan,” ujar Liando.

Ditambahkannya program pendidikan ini berdiri atas kerja sama KPU RI, Bawaslu RI dengan 8 Perguruan Tinggi di Indonesia.

Fransiscus

Pos terkait