Persiapan Kedatangan Raja Arab Saudi, Dubes Osamah Mohammed Alshuibi Temui Pimpinan DPR RI

  • Whatsapp
Fahri Hamzah dan Dubes Arab saudi saling bertukar cenderamata/Foto: manadonews
Fahri Hamzah dan Dubes Arab saudi saling bertukar cenderamata/Foto: manadonews

JAKARTA, MANADONEWS – Duta Besar (Dubes)  Kerajaan Arab Saudi, Osamah Mohammed Alshuibi menemui Pimpinan DPR RI. Kedatangan tersebut diterima Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah di ruang karjanya.

Menurut Fahri salah satu bahasan dalam pertemuan tertutup itu ialah persiapan kunjungan Raja Salman bin Abdul-Aziz Al Saud pada awal Maret mendatang.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan ini bersifat historis karena Raja Salman akan berada di Indonesia sepekan lebih dan saya kira ini adalah kunjungan kepala negara yang paling lama di Indonesia,” kata Fahri kepada wartawan usai menerima Dubes Arab Saudi untuk Indonesia di Lantai III Gedung Nusantara III DPR RI, Seasa (17/1).

Dia menyebutkan bahwa kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi akan sangat monumental bagi kedua negara. Pasalnya, pada kunjungan tersebut, Raja Arab akan didampingi oleh hampir seluruh jajaran menteri dan pejabat negara Saudi Arabia. “Rombongannya besar sekali, lebih dari 800 orang sehingga Pak Dubes mengharapkan bantuan dan dukungannya agar kedatangan beliau akan menjadi moment yang sangat penting bagi kedua negara untuk meningkatkan hubungan kerjasama,” tukasnya.

Baca Juga:  Tinjau KEK Pulisan, Jokowi : Ini Untuk Memajukan Pariwisata dan Perekonomian Daerah

Kepada Dubes Osamah Mohammed Alshuibi, Fahri mengucapkan terima kasih atas dikembalikannya kuota Jemaah Haji Indonesia. Ia berharap, dengan tambahan 10 ribu kuota haji dapat dipergunakan sebaiknya dan meminta Pemerintah Arab Saudi terus meningkatkan fasilitasnya untuk Jemaah Haji.

“Kita juga berharap adanya tambahan kuota haji sebesar 10 ribu, dan bisa kita dipergunakan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Ditambahkannya agar penambahan kuota diutamakan kepada para calon haji yang berusia lanjut sehingga ibadah 1 kali seumur hidup ini bisa mereka laksanakan.

“Kalau ada yang umur 90 tahun, kita prioritaskan semua, kemudian umur 80 dan seterusnya atau kalau setorannya sudah cukup yah kita prioritaskan saja langsung,” imbaunya.

Jika setorannya belum selesai pun, namun sudah memberikan uang muka, Badan Pengelola Keuangan Haji menurut Fahri harusnya tetap bisa memberangkatkan, selama mereka ada yang menjamin, kuncinya

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *