Kumaat Sebut Tak Benar SIA Unsrat kembali Dibobol Hacker

  • Whatsapp
Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc., DEA

MANADO, MN – Beredarnya pemberitaan dan informasi terkait, pembobolan portal akademik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dibantah tegas oleh Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir Ellen J, Kumaat, MSC, DEA.

Kumaat menegaskan, semua sistim akademik Unsrat Tahun 2017 baik-baik saja, dan tidak mengalami pembobolan.

“Tidak ada hacker yang membobol sistem Akademik Unsrat di Tahun 2017,” tegas Kumaat, Sabtu (21/1/2017).

Dia menjelaskan, peristiwa pembobolan Sistim Informasi Akademik (SIA) Unsrat Manado terjadi pada medio 2016. Peristiwa itu telah membuat tim pengamanan membentuk sistim yang baru. Bahkan, setiap aktivitas yang mengakses SIA Unsrat terus dipantau sampai sekarang. Oleh karena itu, sangat kecil kemungkinan kejadian pembobolan bisa terulang lagi, tanpa terdeteksi, bila menggunakan metode pembobolan yang sama.

“Hal itu sudah diantisipasi oleh Tim Cyber Unsrat, melalui Sistim Keamanan Internal Unsrat. Jadi tak benar, bila ada pembobolan lagi tahun ini,” katanya.

Senada, diungkapkan Humas Unsrat, Hesky Kolibu. Dia menyatakan, SIA Unsrat sekarang ini tidak mengalami gangguan ancaman pembobolan.

Baca Juga:  Eman hadiri rakoref keuangan daerah.

“Sejak awal semester ganjil Tahun 2016, SIA Unsrat telah kembali normal dan sudah diperkuat dengan sistim keamanan yang baru. Sekarang sistimnya baik-baik saja,” ungkapnya.

Kepala Pusat Teknologi Informasi Unsrat Ir. Hans Wowor M.Kom., ketika dimintai keterangannya, menegaskan kembali bahwa, semua sistim keamanan yang memproteksi SIA Unsrat telah diperkuat. Termasuk setiap IP yang masuk mengakses SIA.

“Sekarang sudah aman. Tidak bisa dimasuki lagi dengan cara yang sama,” tandasnya.

Sementara itu, menanggapi hal ini, Ketua Relawan TIK Sulut yang juga salah satu anggota TIM Cyber Unsrat, Yaulie Rindengan, ketika dimintai pendapatnya mengatakan bahwa bobolnya suatu sistem adalah peristiwa biasa di dunia Teknologi Informasi (TI), dan karena itu, tim cyber yang dibentuk, memiliki tugas untuk menghalau ancaman ini.

“Semua anggota tim cyber bekerja keras untuk memproteksi SIA Unsrat dari ancaman ini, dan sekarang, Unsrat sudah memiliki sistem yang langsung mendeteksi apabila ada ancaman pembobolan, juga di lengkapi fitur auto backup” kunci Rindengan. (Jer)

Baca Juga:  Agus Rahardjo Tolak Revisi UU KPK

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *