Kerukunan Umat Beragama di Tomohon Diapresiasi Lewat “Harmony Award”

  • Whatsapp
Wali Kota Tomohon saat menerima penghargaan 'Harmony Award' yang diberikan oleh Menteri Agama.
Wali Kota Tomohon saat menerima penghargaan ‘Harmony Award’ dari Menteri Agama di Jakarta.

TOMOHON, MANADONEWS – Wali Kota Tomohon, Jimmy Feidie Eman, SE.Ak, pada Minggu (26/2), di Mercure Convention Center Jakarta, menerima penghargaan “HARMONY AWARD” dari Kementerian Agama, yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.

Penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan Anugerah Kerukunan Umat Beragama (Harmony Award) yang dianugerahkan khusus bagi pimpinan daerah, yakni Gubernur dan Walikota/Bupati, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Pusat terhadap program penguatan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Tim assessment Kementerian Agama Republik Indonesia, Wali Kota Tomohon terpilih sebagai salah satu pimpinan daerah yang menerima award dari sekitar 400-an Kota/Kabupaten di Indonesia dan satu-satunya pimpinan daerah dari Sulawesi Utara yang menerima penghargaan Harmony Award. Penilaian dan pemberian penghargaan Harmony Award ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia sehingga menjadi kebanggaan bagi 10 pimpinan dan daerah penerima, karena memperoleh penghargaan ini pada kesempatan yang pertama.

Baca Juga:  Pemkot Tomohon Gelar Pemeriksaan Fisik Kendis

Sementara itu, terkait penghargaan Harmony Award ini, Wali Kota Tomohon mengungkapkan bahwa penghargaan ini bukan semata-mata dipersembahkan hanya bagi Pemerintah Kota Tomohon atau dirinya selaku Wali Kota, melainkan penghargaan ini juga merupakan penghargaan bagi seluruh masyarakat Kota Tomohon, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, dan semua komponen yang ada. Dikatakannya, kerukunan umat beragama yang tercipta di kota Tomohon merupakan karya yang diukir bersama oleh seluruh komponen masyarakat yang ada di Kota Tomohon sehingga lebih memantapkan predikat Kota Tomohon sebagai Kota Religius yang sudah dikenal sejak dulu kala.

“Untuk itu saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Kota Tomohon atas kerukunan yang tercipta selama ini sehingga boleh mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Pemerintah Pusat melalui penghargaan Harmony Award ini,” ungkap Eman.

Selanjutnya, Eman juga berterima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, kantor wilayah Departemen Agama Provinsi Sulawesi Utara, kantor Departemen Agama Kota Tomohon dan tokoh-tokoh agama dalam wadah Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Tomohon atas dukungan selama ini.

Baca Juga:  Pemkot Gelar Rekonsiliasi Barang Milik Daerah dan Laporan Barang Pengguna Tahunan

“Saya yakin apa yang telah kita capai bersama ini akan menjadi motivasi bagi daerah-daerah lain, untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama,” ujar Eman.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FKUB Kota Tomohon, Pdt. Joy Palilingan bersama Kepala Kantor Departemen Agama Kota Tomohon, evangeline Sepang, mengucapkan selamat kepada Wali Kota Tomohon atas penghargaan Harmony Award yang diterima.

“Sebagai Ketua FKUB saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Walikota atas penghargaan ini,” tutur Palilingan.

Pada kesempatan ini, Kota Tomohon menerima Harmony Award bersama dengan pimpinan daerah dari tiga Provinsi dan enam Kota/Kabupaten lainnya, yakni Gubernur Kalimantan tengah, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Papua, Bupati Jayapura, Bupati Purwakarta, Bupati Tabanan, Bupati Banyuwangi, Bupati Alor, dan Wali Kota Sungai Penuh.

Diketahui, pada tahun 2017 ini propinsi Sulawesi Utara yang didalamnya Kota Tomohon, berada pada peringkat 2 nasional dalam hal kerukunan umat beragama setelah pada tahun 2016 sebelumnya berada pada peringkat 5 nasional. Turut hadir mendampingi walikota Tomohon: Ketua FKUB, Pdt. Joy Palilingan, Kepala Kantor Depag Kota Tomohon, Evangeline Sepang; Kepala Badan Kesbangpol, Jusak Pandeirot; Kabag Kesra, Laurens Kawuwung dan Kabag Humas, Christo Kalumata, SSTP.

Baca Juga:  Dukung Program Wali Kota, BPN Lantik Lima Camat Jadi PPAT Sementara

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *