Perayaan Pawai Ogoh Ogoh Spektakuler, Puluhan Kepala SKPD Absent di Luar Daerah

MANADO,MANADONEWS- Kepiawaian seorang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Usulu terbilang mumpuni

Pasalnya, pria yang bakal maju dalam perhelatan papan dua di Kota Manado pada tahun 2021 ini, mewakili Walikota DR G.S Vicky Lumentut hadir dalam acara Dharma Santi menyambut Hari Suci Nyepi dan Tahun Saka 1939 bersama umat Hindu se-Kota Manado di lapangan Sparta Tikala Manado.

Acara yang diawali dengan upacara Tawur Kesanga yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dengan lantunan berbagai persiapan umat Hindu untuk melakukan Catur Brata penyucian diri pada Hari Suci Nyepi.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Usulu, Walikota GSVL mengajak umat Hindu di Kota Manado  untuk semakin meningkatkan kepedulian sosial sebagai warga Kota Manado.

“Mari kita saling berbagi, saling menolong, saling meneguhkan, saling menghormati dan menghargai, saling mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain, membawa kedamaian yang dilandasi ketulusan dan kemurnian hati dan saling memberi diri kita untuk menjadi berguna bagi orang lain tanpa memandang latar belakang,” ujar Walikota, seperti dikutip Sekda Usulu.

Selain itu katanya melalui perayaan Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi, kami berharap sikap toleransi serta hubungan dengan sesama warga Kota Manado lainnya dapat berjalan harmonis, sehingga tercipta kedamaian dan ketenteraman ditengah-tengah masyarakat kota yang majemuk.

“Saya juga berharap, semangat perayaan Dharma Santi dapat memotivasi umat Hindu di Kota Manado untuk tampil terdepan dan aktif dalam mengisi pembangunan di kota ini. Dan mari nita bersama-sama  bergandengan tangan berdoa dan bekerja bagi kebaikan kota Manado menuju Manado Cerdas yang semakin maju dan sejahtera,” tukas orang nomor satu di Manado yang dibacakan oleh Rum Usulu

Dalam kesempatan itu pula,  Usulu melepas para peserta pawai Ogoh-Ogoh yang mengambil start dan finish di lapangan Sparta Tikala itu, menampilkan keberagaman agama dan budaya.

Tampak dibarisan depan, ada drum band dari Hang Tua, kemudian Paskibraka pembawa bendera merah putih, selanjutnya tarian kabasaran Minahasa Cakalele, barongsai, musik bambu serta simbol pemuka agama di Kota Manado.

Pawai yang berlangsung meriah itu, terdapat tiga ogoh-ogoh yang merupakan simbol kejahatan yang dipikul para pemuda Hindu. Diiringi pula barisan perempuan yang membawa hasil bumi diatas kepalanya.

Baca Juga:  Lumentut: Barang Milik Daerah Wajib Dikelola Sesuai Asas Kepastian Hukum

Namun sangat disayangkan hajatan keagamaan yang penuh aspek religi itu hanya dihadiri oleh Asisten tiga, Frans Mawitjere, Kadisparbud Hendrik Warokka, Kadis Pertanian dan Perikanan Nofie Talumewo, Kadis Perumahan dan Permukiman Roy Mamahit, Kabag Hubmas dan Pemerintahan Steven Runtuwene Ssos, Dandim 1309 Manado Letkol Arm Johanis Toar Pioh, Pembina Bimbingan Masyarakat (Pembimas) Hindu Kemenerian Agama Propinsi Sullawesi Utara Nengah Koko, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ir Suryano MT, Ketua PHDI Kota Manado Drs Ida Bagus Ketut Alit MPd, Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado, Ketua Panitia Kolonel Putra Widyastama sedangkan Kepala SKPD lainya sedang berada diluar daerah tanpa pemberitahuan kepada pimpinan .

 

(ONAL GAMPU)

 

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3235 votes

This will close in 10 seconds