Warga Kopandakan II Masih Perbolehkan Cafe Weris Beroperasi

 

BOLMONG,MANADONEWS,-.Mengantisipasi permasalahan di Cafe Weris,akhirnya Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Bolaang Mongondow ( Bolmong ) melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), memfasilitasi pertemuan antara pihak pelaku usaha Cafe weris dan warga Desa Kopandakan II, bertempat di Kantor Kecamatan Lolayan Desa Mopait.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut,mengenai komplain warga atas tempat usaha Cafe Weris yang sudah melanggar peraturan yang dengan kegiatan hiburan malam berupa diskotik, sehingga mengganggu masyarakat sekitar.

” Ijin yang dimiliki cafe weris yakni,hanya restoran dan karaoke keluarga, tapi kenyataanya mereka mengadakan juga kegiatan musik disco, itu sudah sangat mengganggu kami berisrahat dan juga keberadaan leadis night yang sudah keluar dari norma-norma Desa,” ungkap sejumlah warga saat mengikuti rapat bersama pada selasa ( 2/5 ).

Beberapa kesimpulan pun disepakati dari pertemuan l bersama antara pihak cafe dan warga, diantaranya penghapusan hiburan malam berupa live musik dan juga jam hiburan yang sampai pada pukul 00.00 wita.

” Kesimpulan dari pertemuan tadi warga tidak menolak keberadaanya cafe weris, tapi kembali ke aktivitas usaha yakni restoran dan karaoke keluarga live musik, menjual minuman dengan kadar yang sudah ditentukan pemerintah, serta juga mematuhi apa yang menjadi tuntutan masyarakat tadi “ujar Kepala Dinas (Kadis) PMPTSP Bolmong Teguh Hariyanto.

Baca Juga:  ROR Ketum Pembangunan RS Kaupusan

Manager Cafe Weris, Marhan Tumbuon menerima hasil kesepakatan bersama antara Pemerintah dan masyarakat Desa Kopandakan II. “Kami menerima apa yang menjadi keputusan, apalagi dari pihak DPMPTSP Bolmong dan kepolisian untuk ijin hanya sampai pukul 00.00 wita,

Marham juga sebagai tokoh masyarakat Desa Kopandakan II ini, juga mengingatka ke Pemerintah Desa agar apa yang diberlakukan ke pelaku usaha ijin live musik hanya sampai pukul 00.00 wita itu, harus juga diterapkan ke pesta perkawinan. “Saya selaku juga tokoh masyarakat Desa, mengingatkan ke Pemerintah Desa harus juga menerapkan ijin hiburan di pesta perkawinan ataupun kegiatan lainnya di Desa itu hanya sampai juga jam 12 malam, semua harus disetarahkan,” tegasnya.

Ketua Pemuda Desa Kopandakan II, Ardiansyah Imbam, menamggapi dari hasil rapat itu mengatakan, aspirasi masyarakat dan difasilitasi oleh Pemkab Bolmong, ada solusi yang bagus dan juga tidak merugikan kedua belah pihak. “Alhamdulillah ada titik tengah dan solusi dalam pertemuan ini, kami juga bagian dari masyarakat melindungi keberadaan cafe weris sebagai usaha yang ada di Desa,” tukasnya.

Baca Juga:  Olly Dondokambey Terpilih Ketua BKPRS 2020-2023

Namun dalam hal ini, lanjutnya. kemudian pihak cafe weris juga menghormati norma-norma secara hukum dan adat yang berlaku di Desa. “Sehingga ini bisa ditengahi dan disepakati menyangkut, keberadaan cafe tetap jalan dan harus mematuhi adat serta norma yang telah menjadi kebiasaan di Desa Kopandakan II,” tutupnya.
( steven rapar )