Eman Sebut Penyebab Kematian Ibu Saat Melahirkan sangat Kompleks, Maka…

  • Whatsapp
Walikota Jimmy Eman
Walikota Jimmy Eman

TOMOHON, MANADONEWS – Pelatihan kader kesehatan Kota Tomohon sebagai bagian dari program pendampingan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) digelar di aula Tulip Inn Kelurahan Paslaten satu Kota Tomohon, Rabu (3/5), dan dibuka Walikota Jimmy Eman..

Kadis kesehatan dr Deesje Liuw M Biomed menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kader tentang P4K, terdatanya status ibu hamil dan terpasangnya stiker P4K disetiap rumah ibu hamil, serta tersedianya persiapan pendampingan persalinan ibu hamil untuk proses proses persalinan termasuk menghadapi kegawatdaruratan ibu hamil, ibu bersalin dan bayi baru lahir.

“Kegiatan ini berlaku tanggal 3 dan 4 mei, dan untuk peserta para koordinator kader di wilayah kerja Puskesmas se Kota Tomohon yang berjumlah 44 orang”, terang Liuw.

Walikota Eman mengatakan penyebab dan latar belakang kematian ibu saat melahirkan sangat kompleks. Maka upaya percepatan penurunan jumlah kematian memerlukan penanganan menyeluruh terhadap masalah yang ada dengan melibatkan sektor terkait bahkan organisasi masyarakat seperti PKK dan kader kesehatan.

Baca Juga:  ROR - RD Awali Tugas Bulan Oktober dengan Siraman Rohani

“Sejalan dengan target rencana pembangunan jangka menengah Nasional 2015-2019, pemerintah provinsi Sulut dan pemerintah Kota Tomohon berupaya keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan yaitu perbaikan derajat kesehatan ibu dan bayi dengan melibatkan semua pemangku sehingga diperlukan tekat dan target kerja nyata menggunakan sumber daya yang telah tersedia,” kata Eman.

“Untuk itu diperlukan tim kerja yang efektif, sinergis dan berkesinambungan di tingkat kota sampai tenaga kesehatan di kelurahan, dan salah satu pendorong akan hal ini yakni seperti kegiatan pelatihan kader saat ini,” tutup Eman.

Hadir sebagai pemateri kepala seksi promkes bidang kesehatan masyarakat Dinkes Daerah Provinsi Sulut dr Rima Lolong M Kes bersama staf seksi kesehatan keluarga dan gisi bidang kesehatan masyarakat Dinkes Provinsi Sulut Dorlentji Hangewa SKM.

Dikatakannya peran dan tanggung jawab para kader diantaranya mengajak keluarga dan masyarakat untuk peduli kesehatan ibu hamil, dan nifas, mengoptimalkan P4K, mengoptimalkan posyandu, mengajak masyarakat mencegah pernikahan dini pada remaja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *