Astaga, Karena 22 Orang Ini Dana Reses Terancam Kembali ke Kas Negara

  • Whatsapp

Jakarta, MN – Sekjen DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto mengatakan 22 senator yang belum menandatangani persetujuan soal pencairan dana reses.

“Sampai saat ini masih 22 orang anggota DPD yang belum mengambil dana reses, dan sampai batas akhir atau selesai reses tidak diambil maka dikembalikan masuk kas negara sebagai sisa lebih penggunaan anggaran,” ujarnya kepada wartawan di Media Center Parlemen Senayan, Jumat (19/5).

Hal itu sesuai penerapan Surat Edaran Panitia Urusan Rumah Tangga DPD RI (SE-PURT DPD RI) nomor DN.170/10/DPDRI/IV/2017, diumumkan saat OSO(Oesman Sapta Odang) menutup paripurna DPD ke-11 yang dihadiri 72 orang dan izin 49 orang serta sisanya 23 dianggap mbalelo dan dibekukan dana reses.
Dana reses setiap senator, bervariasi dan rata rata mendapat 140 jutaan untuk setiap senator. Dana tersebut nantinya akan dikembalikan masuk kas negara sebagai Silpa lantaran tidak dipergunakan sebagai mestinya.

“Tapi, kami masih menunggu perkembangan sampai batas akhir reses pada 4 Juni 2017 sejak rapat paripurna ditutup pada 8 Mei lalu,” ungkapnya seraya menyebut Bapak Farouk dan Ibu GKR Hemas belum tanda tangan. Dia mengakui senator dari pihak Hemas-Farouk yang sudah menandatangani peraturan pencairan dana reses. Salah satunya adalah senator yang menggugat Tatib DPD tentang masa kepemimpinan pimpinan, yakni 2,6 tahun.

  1. “Marahany Pua sudah menyerahkan surat pernyataan, begitu juga Asri Anas dan Pak Sofyat Hadi. Itu sudah menyerahkan,” ungkapnya. yang pasti, rekonsiliasi di DPD sudah semakin kuat. Beberapa pihak yang tak setuju dengan pelantikan OSO sebagai ketua DPD sudah mulai melunak.
Baca Juga:  Tikungan Setajam Silet Hampir Memakan Korban

Konflik DPD itu diawal kisruh masa kepemimpinan ke-2 ketua DPD, Irman Gusman. Melalui tata tertib DPD sesuai Peraturan DPD nomor 1/2016 dan nomor 1/2017, masa kepemimpinan itu dipotong separuhnya atau 2,6 tahun dan segera digantikan M.Saleh seiring Irman Gusman dituduh KPK terima suap gula impor Rp 100 juta dari terpidana tahanan kota Sumatera Barat, Dirut CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Mimi, Maret 2017.
Disusul penerbitan surat pernyataan 8 Mei 2017 soal pemberian hak keuangan anggota DPD dimana dana reses baru dapat diambil jika anggota DPD RI menghadiri sidang paripurna dan kegiatan-kegiatan alat kelengkapan DPD yang diketuai OSO bersama wakilnya Nono Sampono dan Damaryanti Lubis yang dilantik 4 April 2017 oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung, Suwardi.(djamzu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *