Sultan Mahmud Dinilai Kadir Layak Jadi Pahlawan Nasional

  • Whatsapp

Jakarta, manadonews.com – Sultan Mahmud Riayat Syah (1760 – 1812) merupakan pejuang yang konsisten dan pantang menyerah terhadap penjajah Belanda, yang akan menguasai Riau, Pahang, dan Johor selama puluhan tahun semasa hidupnya sampai beliau wafat pada 12 Januari 1812 tersebut. Bahkan Kapal Belanda berhasil ditenggelamkan pada 6 Januari 1782.
Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, H. Nyat Kadir menilai sudah sepantasnya Sultan Mahmud Riayat Syah diangkat sebagai Pahlawan Nasional. “Kami sudah mengusulkan dua kali agar Sultan diangkat sebagai Pahlawan Nasional, tapi kata pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu, dokumennya belum lengkap,” tegas Nyat Kadir dalam Talk Show ‘Napak Tilas Sang Gerilyawan Laut Sultan Mahmud Riayat Syah dari Lingga’ bersama Bupati Lingga Provinsi Kepulauan Riau, H. Alias Welo, guru besar pertahanan UI Susanto Zuhdi, dan dosen Fakultas Ilmu Budaya UI Mukhlis Paeni, dan budayawan dari Propinsi Kepulauan Riau H. Abdul Malik di ruang wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/6).
Menurut Nyat Kadir, Sultan Mahmud pejuang yang konsisten untuk tidak menyerahkan sejengkal tanah pun ke penjajah Belanda. Apalagi mau monopoli perdagangan biji timah di wilayah Melayu. “Jadi, kini seluruh dokumen itu sudah lengkap, sehingga sudah saatnya Sultan Mahmud diangkat menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya.
Abdul Malik mengatakan jika Sultan Mahmud Riayat Syah itu sejak kecil sudah biasa berperang. “Sifat beliau itu tidak mau menyerah dengan Belanda. Musuh memang tidak dicari, tapi kalau datang tak boleh ditolak,” katanya.
Sultan Mahmud Riayat Syah lahir di Hulu Sungai Lingga pada Agustus 1780, wafat dan dimakamkan di Daik Lingga pada 12 Januari 1812, serta diberi gelar ‘Marhum Masjid Lingga’. Sejak lahir sampao wafatnya, beliau selalu berperang melawan penjajah Belanda tersebut.
Pada Januari 1788 ada laporan dari pejabat Inggris di Penang melaporkan bahwa Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan penguasa terbesar dan jenius di kalangan Melayu (Arsip Indies Office House 10-1-1788/SSR,31.80 dalam VOS, 1993).(djamzu)

Baca Juga:  OPM Gagal Menjadi Anggota Penuh MSG

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *