Kasus Penamparan di Bandara.Korban : Saya Sudah Maafkan Dengan Tulus Ibu Joice

 

 ist

MANADONEWS,-.Kasus dugaan penganiayaan dan penamparan terhadap petugas AVSEC Bandara Samratulangi Manado yang terjadi pada 5 Juli 2017 lalu akhirnya berakhir damai.

Bertempat di ruang rapat Mapolresta Manado, Jumat (14/7) sekira pukul 17.00 Wita, telah dilakukan pertemuan antara terlapor JW alias Joice didampingi oleh Kuasa Hukumnya serta korban Elizabeth Wehantow dan Amalia Mariany yang didampingi oleh perwakilan dari Angkasa Pura Bandara Samratulangi Manado.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan bersepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan bersama.

 

Kapolresta Manado Kombes Pol. Hisar Siallagan, SIK yang juga hadir pada pertemuan tersebut mengatakan bahwa pertemuan tersebut adalah untuk membuat surat pernyataan sebagai dokumen yang diperlukan untuk proses penghentian penyidikan.

“ Kami Polresta Manado hanya memfasilitasi pertemuan ini untuk membuat dokumen yang diperlukan dalam proses penghentian penyidikan sebagaimana sudah terjadi kesepakatan bersama dari kedua belah pihak ” ujarnya.

Sementara itu korban Elisabeth dengan berbesar hati sudah memaafkan terlapor.

Baca Juga:  Tekad Sri Wahyumi Manalip, Tahun Depan Talaud WTP

” Saya sudah maafkan dengan tulus Ibu Joice, dari saat kejadian pun sudah saya maafkan, pelaporan ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran agar insiden serupa tak terjadi lagi ” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada intervensi dari pimpinan maupun manajemen untuk mencabut laporan.

” Manajemen Angkasa Pura I sejauh ini secara kooperatif menyerahkan keputusan untuk melanjutkan atau tidaknya proses hukum pada saya dan tetap mendukung penuh segala keputusan saya “katanya.

Diakhir pertemuan, sambil memberikan senyuman, pelaku dan korban saling berjabat tangan dan berpelukan.

Hadir juga dalam pertemuan yaitu Kasat Reskrim Polresta Manado AKP A. A. Gede Wibowo dan Mantan Kasat Reskrim Kompol Edwin Humokor Kapolsek Bandara dan Penyidi korban yang menangani kasus tersebut.
( hms polda sulut/tim mn )