SWM Radiri Rakor Tim Pora Talaud

SWM (tengah)
SWM (tengah)

MELONGUANE, MANADONEWS – Awasi keberadaan dan kegiatan orang asing selama berada di Indonesia. Hal ini dikatakan Dodi Karnida H.A, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI Sulut.

“Keimigrasian adalah Hal Ikhwal lalu lintas orang yang masuk dan keluar wilayah Indonesia serta pengawasannya selama berada di dalam rangka menjaga kedaulatan negara. Kita harus melakukan pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing selama berada di Indoneisa, termasuk di Kabupaten Kepulauan Talaud,” Ujarnya dalam Rapat Koordinasi Tim Pengawas Orang Asing (TimPora) Kabupaten Kepulauan Talaud, di Aula Penginapan Permata II Melonguane, Selasa (22/8).

Bacaan Lainnya

Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan garda terdepan yang berbatasan langsung dengan Filipina bagian selatan. Karena jarak yang begitu dekat, banyak warga Filipina yang sering berkunjung ke Talaud. Memang sejak dulu terdapat interaksi antar kedua negara akibat adanya hubungan kekeluargaan. Sebagaimana yang diatur dalam perjanjian perbatasan Indonesia-Filipina 1975 mengatur mengenai tata cara perlintasan tradisional bagi masyarakat yang tinggal diwilayah perbatasan. Hal ini dibuat mengingat antar kedua negara terjalin hubungan kekerabatan, perdagangan bahkan kegiatan keagamaan.

Baca Juga:  Orderan Gojek Gagu Kepala Distrik Kota Manado Tutup Mata

Border Crossing Area (BCA) merupakan tempat keluar masuk di wilayah Indonesia. Tempatnya ada di Miangas dan Marore. Disana terdapat Immigrration Check Point (tempat pemeriksaan imigrasi) merupakan tempat keluar masuk dari dan ke Wilayah Indonesia. Dengan syarat harus menggunakan Pas Lintas Batas yang diterbitkan masing-masing negara.

Sayangnya, sekarang ini jalur tersebut kurang diminati. Banyak warga dua negara ini lebih suka menerobos ketimbang ikut aturan. Banyak yang masuk dan keluar tanpa melalui pemeriksaan Keimigrasian dan tanpa menggunakan dokumen perjalanan yang sah. Pelanggaran yang serius. Di Talaud sendiri ada saja masalah ilegal entry dan ilegal fishing.

Permasalahan terobos batas ini tentu perlu ditangan serius. Sebab merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan NKRI. Apalagi sekarang ini situasi keamanan di wilayah Filipina khususnya Kota Marawi sedang bergejolak. Perlu diantisipasi. Jaga perbatasan agar tidak disusupi orang asing yang kedatangannya dapat merusak NKRI.

Untuk itu, dengan adanya TimPora di Talaud diharapkan menjadi momentum kerja sama dalam upaya menjaga keamanan NKRI. ” Melalui rapat ini para

Baca Juga:  Kaban Litbang Berpulang, SWM: Pemerintah Sangat Kehilangan

peserta dan anggota berpartisipasi memberikan informasi serta saran kepada instansi terkait dalam rangka pengawasan orang asing,” kata Dodi Karnida.

Foto bersama

Hal senada disampaikan juga Bupati Sri Wahyumi Maria Manalip. Ia mengatakan, selain letaknya yang berada di Wilayah Perbatasan, Kabupaten Talaud juga menyimpan banyak potensi pariwisata yang menjanjikan. Terdapat destinasi wisata yang tentunya akan menarik perhatian wisatawan baik nasional maupun mancanegara. Tidak menutup kemungkinan banyak warga negara asing yang akan berkunjung kesini. Sebab Talaud juga memiliki sumber daya alam baik itu perkebunan, pertanian dan yang jadi unggulan yakni kekayaan laut yang melimpah. Ini menjadi magnet bagi orang asing untuk berkunjung dengan tujuan tertentu.

“Pemerintah Kabupaten menyambut baik kegiatan seperti ini. Diharapkan rapat kali ini bisa memberikan hasil yang baik. Masukan dan saran demi pengamanan daerah perbatasan sangat diperlukan. Dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI, kita sebagai elemen bangsa wajib berpartisipasi dan berperan aktif, salah satunya melalui pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing yang berada di wilayah Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Minta TNI Pertahankan Netralitas

Rapat yang bertemakan penguatan pengawasan orang asing di wilayah perbatasan dalam rangka menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI ini dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tahuna Hubertus Hence, unsur Forkopimda Talaud, Asisten Administrasi Umum Djodi Tasiringan, para Kepala Instansi terkait, para camat dan TimPora lainnya.

ET

Pos terkait