
Menjadi sebuah ironi SD Negeri Wawontulap Kecamatan Tatapaan hanya memiliki 4 ruangan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari 6 kelas, padahal belum lama ini Pemkab Minsel melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang melibatkan Bupati bersama Forkopimda telah mencanangkan percepatan pendidikan yang merata dan berkualitas.
Pemerataan pendidikan yang di canangkan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Dengan keadaan seperti itu jelas KBM di sekolah tersebut tidak akan berjalan maksimal.
Hal itu diakui oleh Yanti Tilaar salah satu pengajar di sekolah tersebut.
“Jelas dengan keadaan seperti ini kegiatan belajar mengajar tidak maksimal. Kami harus menggabungkan dua kelas dalam satu ruangan. Tidak ada kenyamanan dalam belajar dan ini sangat memprihatinkan,” ungkap Tilaar.
Walaupun begitu tidak menyurutkan semangat siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dan para staf pengajar berusaha sebisa mungkin agar supaya siswa betah untuk belajar.
Diharapkan Pemkab bisa memperhatikan keadaan sekolah tersebut agar kegiatan belajar bisa berjalan maksimal.
“Mudah-mudahan Pemkab bisa memperhatikan kondisi sekolah ini, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar dan siswa bisa merasa nyeri,” harap Tilaar.
(DArK)
Langsung ke konten












