Berita TerbaruBerita UtamaManado

Gelar Lomba Cipta Menu, Mokoginta: Pangan Merupakan Hak Asasi Manusia

×

Gelar Lomba Cipta Menu, Mokoginta: Pangan Merupakan Hak Asasi Manusia

Sebarkan artikel ini
Rudy Mokoginta membawakan sambutan

MANADO, MANADONEWS – Dinas Pangan Sulawesi Utara bekerjasama dengan TP PKK Sulut menggelar lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal se Sulut yang digelar di halaman kantor Dinas Pangan, Kamis (30/11/2017) pagi.

Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang juga Plt. Kepala Dinas Pangan Sulut Rudy Mokoginta, SE, M.TP mengatakan pelaksanaan lomba cipta menu dalam rangka hari pangan sedunia XXXVII itu mampu memacu semangat semua pihak dalam mewujudkan pembangunan di bidang pangan di bumi nyiur melambai.

MANTOS

“Serta menunjang program pemerintah provinsi sulawesi utara yaitu Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK),” katanya.

Di samping itu, menurut Mokoginta, pangan juga merupakan hak asasi manusia.

Baca Juga:  Kasdam XIII/Merdeka: Jadilah Prajurit Kodam XIII/Merdeka yang PRIMA

“Di mana pemenuhannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat karena pangan sangat mempengaruhi stabilitas suatu bangsa,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan yang diwakili Wakil Ketua PKK bidang peningkatan ekonomi keluarga Dra. Jouke Rumpesak, M.Si menjelaskan pelaksanaan lomba cipta menu merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat luas tentang penerapan konsumsi pangan B2SA untuk anggota keluarga sehari-hari berbasis sumber daya lokal.

Oleh karena itu, menurut Ibu Rita, kualitas konsumsi pangan dan gizi menentukan kualitas sumber daya manusia.

“Ini merupakan upaya untuk menyediakan pangan dalam jumlah dan keragaman yang cukup demgan kualitas yang layak dan tersedia sepanjang waktu, harus selalu menjadi perhatian baik pemerintah maupun masyarakat,” paparnya.

Baca Juga:  Agenda DPRD Sulut Hari Ini, Ada RDP Terkait Dugaan Maladministrasi Program Paskibraka 

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Ibu Rita menerangkan, keberhasilan penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat dapat diukur melalui analisis pola pangan harapan (PPH).

“Semakin tinggi skor pola dengan harapan suatu wilayah berarti konsumsi pangan semakin beragam, bergizi seimbang, sehingga kualitas konsumsi pun semakin baik. Hal ini memberikan indikasi bahwa kecerdasan dan kesehatan masyarakat semamin terjamin,” imbuhnya.

Agenda itu turut dihadiri perwakilan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulut dan perwakilan dari kabupaten dan kota di Sulut.

Fik

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

ligaciputra

ligafinal

situs toto

indobet365

toto22

toto21

toto21