Coreta Louise Kapoyos Terima Penghargaan Imaculata Award Tahun 2017

 

 

JAKARTA,MANADONEWS,-.Karena selama ini dianggap sangat berjasa dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. Akhirnya, Coreta Louise Kapoyos menerima penghargaan Imaculata tahun 2017, di Rarampa Resto, Taman Barito Jakarta Selatan, Rabu (13/12).

Penghargaan yang diterima Coreta Kapoyos ini sangat spesial karena diberikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahunnya ke-49.

Pihak Imaculata menilai, kinerja istri dari Irwasum Polri, KomjenPol Drs.Putut Eko Bayu Seno, dalam hal memperjuangkan hak anak serta perempuan sangat layak dicontoh dan dapat menjadi inspirasi bagi yang lain.

Selain itu, dalam pengamatan Imaculata, Coreta tidak hanya berslogan atau manis dibibir saja. Namun, tidak segan-segan turun langsung kelapangan melihat kondisi perempuan dan anak dimasyarakat, bahkan tidak segan-segan turun kejalan untuk menyuarakan keadilan bagi kaum perempuan dan anak.

 

 

Belum lama ini juga, Coreta bersama ibu Kapolri, Tri.Tito Karnavian, memprakarsai deklarasi antikekerasan terhadap anak dan perempuan yang diikuti sekitar 100 lebih organisasi pemerhati perempuan dan anak di Indonesia.

Tak sampai disitu, dirinya juga sering membantu mengadvokasi masalah-masalah yang terjadi pada anak, seperti yang terjadi di Pasuruan Jawa Timur. Yakni, kekerasan seksual pada anak di bawah umur dan kasus terbaru, dimana seorang kakek tega melakukan kekerasan pada cucunya dengan cara mengumpankannya pada seekor monyet yang dipeliharanya, sehingga anak tersebut mengalami luka ditubuhnya akibat cakaran dan gigitan monyet tersebut.

Baca Juga:  330 Bacaleg Minut Resmi Berstatus DCT

 

 

“ Saat itu saya dapat laporan dari Komnas Anak. Alhamdullilah, setelah adanya deklarasi ini gaungnya sampai kebawah, sehingga pada kasus itu, saya langsung kontak ibu Kapolda Jawa Timur, dan langsung direspon, sehingga kakek tersebut saat ini sudah ditetapkan jadi tersangka,” ungkap Coreta sembari mengatakan hal itu dilakukan agar menjadi suatu efek jera bagi kakek tersebut dan bagi yang lain juga.

Kiprahnya sebagai aktivis pembelaan kaum perempuan dan anak ini bukan untuk pencitraan tapi sungguh-sungguh untuk misi kemanusiaan dan rasa peduli terhadap perempuan dan anak korban kekerasan yang terjadi selama ini, dan itu dilakukannya tanpa pamrih.

Padahal, disela-sela kesibukannya sebagai presenter senior TVRI dan berbagai aktifitas lainnya, Coreta masih memikirkan nasib anak-anak dan menyadari mereka semua sangat membutuhkan uluran tangannya.

Coreta bahkan di nominasikan menjadi ikon peduli anak dan perempuan. Namun, Coreta menganggap penghargaan atau award yang diterimanya adalah suatu beban baginya. Sebab menurutnya itu harus dipertanggung jawabkan.

 

Baca Juga:  Kenakan Peci Imam Bonjol, Gubernur: Mari Budayakan Kopiah Imam Bonjol

 

“Kebetulan saya aktif membantu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Apakah layak kita menerima itu atau hanya pencitraan, saya sudah turun langsung melihat kasus-kasus keji yang terjadi, dan kebanyakan perempuan dan anak yang menjadi korbannya,”ujar ibu ramah senyum ini.

“Sejak Bapak menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar, Kapolda Metro Jaya, hingga saat ini saya menjadi pegiat anti kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga terlaksana Deklarasi Nasional Gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak bersama Menteri PP PA Ibu Yohana Yembise,”terangnya.

Dirinya juga berpesan kepada seluruh ibu-ibu agar senantiasa tetap menjadi seorang ibu yang mengasihi, mencintai serta memperhatikan pendidikan anak.

Diketahui, pada kesempatan tersebut, Coreta juga menyelenggarakan ulang tahunnya bersama-sama dengan anak-anak Autism dari Imaculata Boarding School, Yayasan Torang Samua Basudara, Pernik Nusantara, serta teman-teman sejawat para presenter TVRI Nasional dan kerabat lainnya.
( tim mn )