Warga Tolak Kepsek SDN 2 Tonom

 

BOLMONG,MANADONEWS,-.Sekitar 40 warga Desa Tonom, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), pada Sabtu (24/3) pagi melakukan unjuk rasa serta penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 di desa tersebut.

Aksi warga ini disebabkan karena mereka menolak Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Tonom yang baru hasil penunjukan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolmong.

warga memblokir jalan masuk sekolah

 

“Kami menolak dengan keras Kepsek yang baru,”ujar¬†Kordinator aksi Steven Were.

Menurut Steven, warga menolak dan tidak setuju dengan kepsek pengganti yang berasal dari luar Desa Tonom.

“Mengapa harus dari luar desa. Kan didalam desa masih ada yang layak, setidaknya berdayakan Sumber daya Manusia (SDM) lokal,”sesalnya.

Senada, salah seorang pengunjuk rasa, yakni Alfer Topa menuturkan bahwa aksi ini akan dilakukan sampai pihak Disidik memenuhi permintaan mereka.

“Ini masalah serius, harusnya pihak Disdik tidak sembarang menempatkan orang. Kami akan laksanakan unjuk rasa sampai keinginan kami disetujui,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Bolmong Renti Mokoginta saat dihubungi lewat telepon seluler Sabtu 23 Maret siang mengatakan bahwa penempatan Kepsek yang baru karena Kepsek terdahulu yang pensiun.

Baca Juga:  Situasi Kantibmas di Sulut Tetap Kondusif

“Kepsek yang baru hanya Pelaksanaan Harian (PLH) saja karena yang lama sudah pensiun,” kata Mokoginta.

Dijelaskan, sampai saat ini belum ada rolling kepsek, sehingga ditempatkan untuk mengisi kekosongan.

“Karena belum ada rolling, maka kepsek yang pensiun diisi dengan PLH. Ini pun berlaku di sekolah-sekolah yang lain,”tutupnya.

Diketahui, hal ini terjadi karena kepsek lama Wisye Ratu sudah pensiun, sehingga kepsek yang baru Masye Mewengkang ditunjuk pihak Disidik untuk mengisi kekosongan.
(  stvn )