Jalannya evakuasi korban
BOLMONG,MANADONEWS-.Peristiwa naas yang terjadi di lokasi pertambangan tanpa ijin (PETI) di Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang menewaskan enam orang, menimbilkan keprihatinan tersendiri.
Ketua Komisi Satu DPRD Bolmong, Yusra Alhabsyi SE, merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di lokasi tambang tersebut.
Menurut Yusra, para pemilik tambang atau pemodal di lokasi tersebut harus bertanggung jawab dengan memberikan santunan kepada para korban, serta lokasi tambang tanpa ijin di Bakan sudah seharusnya dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, agar tidak menambah daftar panjang korban.
“Sudah jadi rahasia umum, bahwa PETI Bakan hanya memperkaya pihak pemodal, jadi harus pemilik modal yang memberikan upah atau jaminan yang manusiawi sesuai dengan resiko,”ujar Yusra.
Yusra menambahkan, Dia akan mengusulkan kepada pimpinan dewan untuk mengundang para pemilik modal dan pihak terkait untuk membicarakan soal peti di Bakan.
“Saya turut berduka cita bagi para korban longsor, semoga keluarga para korban diberi ketabahan,”ujar Yusra. Informasi yang diperoleh, hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan.
Tiga orang korban sudah ditemukan, sementara tiga lainnya masih dilakukan pencarian oleh warga, polisi dan tim SAR.
Tambang tersebut diketahui longsor sekitar jam 14.00 WITA. Enam orang penambang yang kesemuanya warga Bakan tewas tertimbun.
( stvn )












