Babinsa dan Warga Cegah Abrasi di Bantaran Sungai Desa Tule

TALAUD,Manadonews.co.id-.Untuk mengantisipasi terjadinya abrasi di sepanjang pinggiran sungai yang terletak di Desa Tule, Kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Berbagai upaya terus dilakukan Babinsa bersama warga setempat untuk mencegah hal ini tidak terjadi.

Pasalnya, abrasi yang terjadi di sepanjang sungai desa Tule, semakin hari terus mengancam pemukiman warga.

Salah satu upaya yang dilakukan, adalah membuat tanggul dari tumpukan batu yang dilapisi anyaman kawat atau yang dikenal dengan sebutan bronjong pada Jumat (30/8/2019).

Pembuatan bronjong yang berbentuk kotak dan tersusun rapi ini, nantinya berfungsi sebagai pembatas air sungai yang akan menahan dan mengurangi dampak dari abrasi tersebut.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan kami (TNI) terhadap warga masyarakat desa Tule yang bermukim dipinggiran sungai ini,” ungkap  Babinsa desa Tule, Koptu Andris Sanggetan.

Saat dirinya membantu warga yang membuat anyaman bronjong Dengan peralatan seadanya, Babinsa ini membuat rakit sederhana dari bambu yang kemudian digunakan masyarakat untuk mengangkut batu dari pinggiran sungai.

Sambil didorong oleh beberapa warga, rakit buatan Babinsa ini berjalan secara perlahan, menyeberangi aliran sungai dengan mengangkut material yang akan dibawah ke tempat pembuatan atau pengayaman bronjong.

Baca Juga:  Bupati Talaud Hadiri Sertijab Kepala BPK Perwakilan Sulut

“Pembuatan bronjong ini dilaksanakan secara bertahap oleh pemerintah desa dibantu tenaga dari Babinsa, bersama warga masyarakat di desa Tule,” ujar Danramil 1312-08/Melonguane, Lettu (Inf) Rudolf J. Maariwuth.

Upaya yang dilakukan TNI untuk membantu para warga dalam membuat tanggul penahan abrasi ini, mendapat respon positif dan dukungan, serta diapreasi oleh perangkat desa Tule dan warga masyarakat.

Warga berharap, pihak TNI dalam hal ini Koramil 1312-08/Melonguane di jajaran Kodim 1312/Talaud, dapat membantu meringankan pekerjaan mereka.

Pengerjaan tanggul ini diharapkan bisa mengurangi kemungkinan – kemungkinan negatif yang terjadi akibat abrasi ini. Seperti mengurangi dampak banjir, dan tidak merusak ekosistem yang ada disekitar aliran sungai.

“Semoga bantuan dari Babinsa didesa kami, semua pekerjaan ini bisa selesai, dan kedepannya tidak terjadi abrasi lagi. Karena abrasi ini bisa saja mengancam warga dan pohon-pohon yang tumbuh disepanjang aliran sungai,” ujar  Pelepus.
(Ben)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *