Sekdes Inobonto Diduga Tahan Kartu BPJS, Bagaimana Bisa?

BOLMONG,MANADONEWS,-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah merupakan  program pemerintah pusat. Tujuan utama dari program ini adalah untuk membantu meringankan beban warga masyarakat untuk berobat ke dokter.

Hadirnya BPJS membawa angin segar bagi warga, bahkan sejak pertama kali dihadirkan BPJS memang langsung menjadi pilihan favorit masyarakat.

Tak ayal bila beberapa hari setelah peluncuran Kantor BPJS langsung kebanjiran pendaftar.

BPJS juga seakan menjadi sebuah harapan warga ketika pergi memeriksakan kesehatan kerumah sakit.

Tetapi sayangnya program sebaik ini belum sepenuhnya dirasakan oleh warga di Kabupaten Bolmong tepatnya di desa Inobonto Kecamatan Bolaang.

Pasalnya, puluhan warga yang sudah terdaftar program pemerintah pusat lewat BPJS Kesehatan itu ternyata belum memiliki kartu yang akan digunakan  dalam berobat.

Bahkan dari informasi yang didapat. Kartu BPJS Kesehatan tersebut, sudah lama diserahkan oleh pihak BPJS ke Pemerintah Desa melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Inobonto, Herlina Mustafa, namun. Terkesan ditahan oleh Sekdes.

“Saya baru menyadari bahwa saya sudah tedaftar di BPJS itu disaat sakit dan pergi berobat ke dokter, disaat diperiksa lewat data base nama saya sudah keluar, namun anehnya belum punya kartu BPJS,” ungkap warga Desa Inobonto yang enggan namanya dipublikasikan. 

Baca Juga:  Ini 4 Sangadi Yang Dilantik

Ia mengungkapkan, setelah mendapatkan informasi dimana kartu telah diberikan pihak BPJS ke Pemerintah Desa Inobonto dirinya pun langsung ke rumah Sekdes dan meminta kartu BPJS tersebut.

“Ketika saya mendapatkan informasi, Saya langaung pergi kerumah ibu sekdes dan meminta kartu BPJS saya. Beruntung saya kedokter, jika tidak maka saya tidak tahu kalau saya sudah terdaftar lewat BPJS, memang sebelumnya saya bersama keluarga saya telah di data,” ungkapnya.

Warga miskin lainya pun ikut berkomentar pedas. Menurut mereka seharusnya sekdes Inobonto menyampaikan informasi ke warga, kalau kartu BPJS telah keluar.

Sikap pemerintah desa yang terkesan menyembunyikan dan menyimpan kartu BPJS ini pun sangat disayangkan oleh warga.

Atas kejadian tersebut, Beberapa warga mengaku kesal.

Sementara itu, Herlina Mustafa saat dikonfirmasi lewat telepon gengam tak menampik hal tersebut.

Ia mengaku, jika kartu BPJS belum diserahkan langsung.

“Memang ada ini  kartu BPJS masuk bulan lalu, tapi saya sudah sampaikan kalau mau ambil kartu datang kerumah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Inilah Sembilan Anggota Dewan Pers Periode 2019-2022

Herlina mengatakan, terdapat 20 kartu yang belum diserahkan langsung kewarga.

“Ada 20 kartu ini, tapi jika mereka memeriksa kesehatan dan lewat data base sudah keluar namanya maka mereka kerumah dan mengambil kartunya,” kilhanya.

Menurut Herlina dirinya tidak pernah menahan atau tidak memberitahukan.

“Saya telah menginformasikan ke warga untuk datang kerumah dan mengambil kartu BPJS. Tidak ada menahan atau tidak memberitahukan,” kilahnya. (David)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *