Scroll untuk baca artikel
Pilihan RedaksiTotabuan

Mau Ikut Pramuka Malah Tak Direstui, Ini Reaksi Kadis Pendidikan Bolmong

21
×

Mau Ikut Pramuka Malah Tak Direstui, Ini Reaksi Kadis Pendidikan Bolmong

Sebarkan artikel ini

BOLMONG,MANADONEWS,-Dengan semakin berkembangnya dunia teknologi di era digital saat ini, sangatlah penting untuk mengawasi, mendidik, dan mengarahkan anak agar tidak salah memanfaatkan teknologi.

Tak bisa dipungkiri dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, bisa membawa pengaruh positif bagi anak, bisa juga berdampak negatif.

MANTOS

Positifnya adalah anak-anak dapat mengetahui lebih luas dunia luar hanya dengan menggunakan internet.

Tetapi hal negatifnya adalah, jika tidak diarahkan dengan benar maka informasi negatif yang berkembang di dunia maya akan mempengaruhi prilaku anak, karena bisa saja anak-anak meniru prilaku yang tidak baik dari dunia maya tersebut.

Untuk menghindari semua hal itu, kegiatan seorang anak haruslah di isi dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

Kegiatan positif itu seperti halnya kegiatan Pramuka. Dengan mengikutsertakan anak dalam suatu kegiatan yang positif akan membentuk karakter anak menjadi lebih baik.

Apalagi, tujuan dari kegiatan Pramuka adalah untuk mewujudkan warga bangsa yang berkepribadian, berwatak dan memiliki jiwa bela negara, serta berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Dalam kegiatan pramuka ini juga siswa dibentuk untuk meningkatkan disiplin, persaudaraan, keterampilan, bhakti kepada orang tua, guru dan masyarakat.

Maka dengan mengikuti kegiatan Pramuka akan menambah pengetahuan yang baik bagi peserta didik. Tetapi bagaimana jika  kegiatan Pramuka itu tak direstui oleh kepala sekolah dengan alasan tidak adanya dana dari pihak sekolah untuk mengikutsertakan siswanya dalam kegiatan Pramuka.

Kepala Sekolah SD N 2 Kopandakan II, Nurmin Ully mengatakan, sekolahnya tidak ikut serta dalam kegiatan Pramuka dikarenakan keterbatasan dana alias persoalan anggaran yang tidak ada.

Nurmin menjelaskan kegiatan Pramuka sebenarnya bisa dibiayai dengan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS), tetapi masalahnya kata Nurmin, dananya sudah di plot ke kegiatan-kegiatan yang lain.

Lanjutnya, jika harus dipaksakan untuk mengikuti kegiatan Pramuka, sekolah bisa saja meminjam uang kepada orang tua murid tetapi kata dia, orang tua murid tidak semua pasti akan menyetujuinya.

“Kali ini memang masih berkomitmen untuk membenahi dulu. Apalagi saya baru terhitung lima bulan menjadi kepsek di sekolah ini. Tahun depan pasti kita akan upayakan untuk ikut, semua pasti mau ikut kegiatan ramai-ramai di sana, dan menyaksikan anak-anak berkembang, namun ini juga harus dikondisikan dengan baik,” ungkapnya.

Salah satu orang tua murid yang meminta namanya untuk tidak dipublish, menyayangkan keputusan kepala sekolah yang tidak mengikutsertakan siswa-siswi dalam kegiatan Pramuka tersebut.

Menurutnya, siswa-siswa sudah dilatih berhari-hari, dan ketika dibatalkan maka banyak yang alami kekecewaan.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Renti Mokoginta mengatakan memang sebelumnya sudah disampaikan kesekolah-sekolah wajib hukumnya untuk mengikuti kegiatan Pramuka.

Kecuali, sekolah yang jumlah siswanya hanya sedikit ataupun posisi sekolahnya ada di daerah terpencil.

“Terkait SDN 2 Kopandakan II yang tidak ikut kegiatan pramuka, maka kepseknya akan ada sanksi tegas. Sanksinya kita akan bahas terlebih dahulu, karena bukan hanya ketidakikutsertaan di kegiatan pramuka, tapi ada juga hal lain yang akan kita evaluasi,” tegasnya. (David)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado