Ketua FK PKB PGI Olly Dondokambey saat Pembukaan Konsultasi Nasional XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia di Provinsi Papua Barat Daya
Manadonews.co.id-.Ketua Umum Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB PGI) Olly Dondokambey menegaskan pentingnya peran strategis pria kaum bapak dalam membangun keluarga yang kuat sekaligus memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk kehidupan gereja dan bangsa.
Olly menyebutkan bahwa pria kaum bapak mengemban tiga jabatan Kristus yang harus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni sebagai Imam, Nabi, dan Raja. Peran ini menjadi landasan penting dalam memimpin rumah tangga, mendidik anak, serta menanamkan nilai-nilai iman.
“Rumah tanggamu adalah sidang jemaat pertamamu,” ujar Olly saat memberikan arahan dalam rangkaian Konsultasi Nasional (Konas) XIX P/KB PGI.
Penguatan peran keluarga menjadi salah satu fokus utama dalam Konas XIX P/KB PGI. Olly berharap forum ini tidak hanya menghasilkan program kerja internal organisasi untuk lima tahun ke depan, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan sosial, seperti kemiskinan, stunting, pendidikan, hingga kerukunan antarumat beragama.
Untuk mencapai hal tersebut, ia mendorong keterlibatan aktif kaum bapak dalam program pemberdayaan masyarakat dan sinergi bersama pemerintah daerah, seperti keterlibatan di Posyandu, Dapur Sehat, pengembangan UMKM, serta budaya gotong royong (mapalus).
Menghadapi era digital, Olly menyoroti pentingnya pendampingan literasi digital bagi keluarga. Program seperti Sekolah Digital Keluarga, Cerdas Bermedsos, dan Bapak Digital dinilai perlu digalakkan agar kaum bapak dapat menjadi benteng proteksi bagi anggota keluarga.
“Kaum bapak harus menjadi semacam firewall bagi keluarganya dalam menghadapi berbagai informasi dan konten di ruang digital,” tegasnya.
Selain itu, P/KB PGI juga didorong untuk mengambil peran dalam penguatan ekonomi dan kepemimpinan. Pelatihan di bidang politik, sosial, dan ekonomi diharapkan lahir dari gerakan ini, termasuk penguatan lembaga ekonomi seperti Koperasi P/KB dan Mapalus Dana Usaha. Bagi kaum bapak yang menjabat sebagai Hukum Tua, anggota DPRD, hingga pengelola BUMDes, Olly berpesan agar selalu membawa nilai pelayanan dalam setiap kebijakan.
Isu kelestarian lingkungan juga menjadi perhatian P/KB PGI melalui aksi nyata, seperti penanaman pohon, pencegahan pembalakan liar, serta perlindungan ekosistem laut dan hutan, termasuk menjaga kekayaan alam serta budaya Papua.
Guna menjaga keberlanjutan organisasi, perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda melalui wadah PKB Muda dan pendampingan bagi para ayah muda. Pendampingan ini diarahkan menggunakan pendekatan modern yang relevan dengan zaman, seperti pemanfaatan podcast, YouTube, dan media sosial.
Mengakhiri arahannya, Olly mengajak seluruh pimpinan dan anggota P/KB PGI untuk terus konsisten dan menjaga semangat kolaborasi lintas denominasi gereja dengan mengusung semangat falsafah Torang Samua Basudara.
“Bapak, jangan lelah. Keberagaman denominasi tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. P/KB PGI harus mampu menunjukkan satu suara dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan,” pungkas Olly.
(Redaksi)












