Dampak Positif Pembangunan Perumahanan yang Menjamur

Perumahan baru di Desa Koka, Kabupaten Minahasa, hanya berjarak sekitar 8 km dari pusat kota Manado

Manado – Pembangunan perumahan yang menjamur berdampak pada pengurangan konsentrasi masyarakat di perkotaan sekaligus membantu masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sulut, Billy Lombok, pembangunan perumahan terutama program rumah subsidi dari pemerintah sangat membantu masyarakat yang belum memiliki rumah.

“Beli rumah cash harus siapkan dana ratusan juta. Melalui program kredit perumahan, masyarakat berkesempatan memiliki rumah sendiri dengan cara mengangsur,” ujar Billy Lombok kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Rabu (4/12/2019).

Pembangunan perumahan, lanjut Billy Lombok, juga berdampak pada penguraian kepadatan penduduk di wilayah perkotaaan dikarenakan hampir semua perumahan dibangun di pinggiran kota.

“Sebagai contoh, dalam kota terutama radius 5 km dari pusat kota Manado tidak lagi tersedia ruang terbuka sehingga pembangunan perumahan di pinggiran bahkan luar kota seperti di Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara,” tukas Billy Lombok.

Billy Lombok berharap program KPR bersubsidi dari pemerintah terus dilanjutkan karena sangat membantu masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

“Untuk membeli unit rumah komersil pasti tidak mampu karena uang muka dan angsuran tinggi. Yang memungkinkan dimiliki masyarakat menengah ke bawah adalah rumah subsidi dengan uang muka di bawah sepuluh juta dan angsuran sekitaran satu juta,” pungkas salah-satu legislator Sulut terbaik periode 2014-2019 ini.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Ini Pesan Hillary Lasut untuk Generasi Milenial Sulut



Tags: