Wawali Nayodo Resmi Buka FGD II Penyusunan Naskah Akademik LP2B

MANADONEWS, KOTAMOBAGU — Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan SH, Rabu (5/12), menghadiri sekaligus membuka resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) II dalam rangka penyusunan naskah akademik lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Wawali dalam sambutanya mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama lahan pertanian berkelanjutan adalah bidang lahan pertanian yang di tetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

“Hal tersebut sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataruang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,”kata Wawali.

Lanjutnya, dalam undang-undang tersebut secara tegas telah mengamanatkan agar Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan perlindungan pangan pertanian dan pangan berkelanjutan.

“Upaya melakukan perlindungan terhadap lahan pertanian pangan ini menjadi sangat penting kita laksanakan bersama mengingat fenomena alih fungsi lahan yang terjadi saat ini,”ujarnya.

Wawali menjelaskan, ahli fungsi lahan ini terasa sulit kita bendung karena investor developer itu memberikan tawaran-tawaran yang sangat menggiurkan, tapi ini yang perlu harus disampaikan, harus disosialisasikan kepada seluruh stakeholder yang hadir bahwa tawaran yang menggiurkan itu sifatnya sesaat. Sehingga memang Pemerintah harus punya konsep agar lahan pertanian yang berkelanjutan ini harus mampu di pertahankan, disamping kita harus membuat produk-produk hukum untuk membingkai lahan berkelanjutan.

Baca Juga:  JIPS Billiard Tournament 2017 di Buka, Wagub: Jadikan Sportifitas Yang Utama

“Ini menjadi tanggungjawab moral khusus pemerintah dan tentunya harus di back up oleh akademisi. Karena misi itu juga salah satu fungsi dan tugasnya dia mampu melakukan pengabdian kepada masyarakat itu yang penting,”jelasnya.

Wawali juga menambahkan, untuk mempertahankan lahan pertanian berkelanjutan itu mari kita jadikan tanggungjawab kita bersama.

“Apabila kita mempertahan sebuah lahan tanah itu tidak pernah mengalami inflasi tidak pernah mengenal inflasi,”tuturnya.(MLS)