Contohi Yosua Tapi Jangan Terlalu Berani

Ibadah berlangsung khusuk


Tombulu, Manadonews.co.id – Yosua 1: 6-9, dengan judul “Perintah Tuhan kepada Yosua untuk merebut tanah Kanaan”, menjadi pembacaan sekaligus renungan jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) pada ibadah Tahun Baru 2020 hari kedua.

Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, saat memimpin ibadah jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor, Kamis (2/1/2020) pagi, menjelaskan bahwa Yosua adalah pemimpin Israel setelah nabi Musa.

“Memimpin bangsa yang besar bukan hal mudah bagi Yosua apalagi akan menghadapi musuh-musuh menuju tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan,” kata Pendeta Hana.

Dijelaskan Pendeta Hana Tamunu, Yosua berasal dari suku Efrain, Yosua berarti Allah menyelamatkan.

Yosua sangat mengandalkan perintah Tuhan: Kuatkan hatimu, takutlah akan Tuhan dan beribadah kepadaNya dengan tulus dan setia.

“Yosua sanggup menjadi pemimpin karena dia dipersiapkan Tuhan. Ketika melaksanakan perintah Tuhan Yosua tanpa rasa takut dan keraguan,” terang Pendeta Hana.

Peneguhan sidi 4 jemaat


Apa dasar keberanian Yosua? Karena Yosua mengingat janji Tuhan akan menyertainya.

“Yosua mengimani bahwa setiap langkah kehidupannya disertai Tuhan,” tukas Pendeta Hana.

Namun Tuhan juga mengingatkan agar umat tidak memiliki keberanian yang berlebihan yang membawa pada kebinasaan.

Berhati-hati bukan takut tapi mengadu strategi untuk menang. Berpikir dahulu sebelum bertindak bukan sebaliknya.

“Melihat sesuatu yang akan dikerjakan apakah dikehendaki atau tidak. Perbuatan tidak menyimpang dan lakukan evaluasi, jika salah maka minta pengampunan Tuhan,” jelas Pendeta Hana.

Berada di tahun baru menjalani kehidupan butuh hati yang kuat dan teguh. Jalani kehidupan minta hikmat Tuhan.

“Tuhan Yesus telah mengalahkan dunia. Tetap beriman kepada Tuhan maka kemenangan di pihak kita,” tandas Pendeta Hana.

Di kesempatan ini, 4 orang bersedia diteguhkan sebagai sidi jemaat baru telah menjalani katekisasi secara disiplin.

“Tanggungjawab akan dipikul adalah melayani dan melaksanakan pekerjaan Tuhan dalam kehidupan pribadi dan keluarga. Pengakuan iman dihayati dan dilaksanakan sesuai kehendakNya,” pungkas Pendeta Hana.

Ibadah dihadiri Ketua BPMJ, Pdt. Welly Pudihang, S.Th, Pdt. Veronika Sendow, S.Teol, orientator Eunike Sumenge, S.Th, wakil ketua BPMJ, Pnt. Jopie Warbung, sekretaris Pnt. Drs. Dolvie Palit, bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 14, serta jemaat yang berdomisili di luar Desa Rumengkor.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Yesus Dibaptis Merupakan Penggenapan Kehendak Allah