Antisipasi Bencana, Pemkot Tomohon Bangun Posko 1×24 Jam

TOMOHON, MANADONEWS – Sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) dilanda curah hujan tinggi. Masyarakat pun diimbau waspada akan bencana banjir dan tanah longsor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun menyebut siklus hujan dengan intensitas ekstrem tahunan semakin memendek.

Hal tersebut dipengaruhi adanya global warming yang membuat percepatan perubahan iklim. Yang biasanya 10 tahunan atau 20 tahunan, menjadi hanya dalam waktu lima tahun atau kurang.

Guna mengantisipasinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon mengerahkan tim penanggulangan bencana ke sejumlah titik.

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman menuturkan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah mengumpulkan aparat kelurahan dan linmas.

“Bulan November 2019 telah mengumpulkan aparat kelurahan termasuk unsur linmas untuk diberikan kesiap-siapan dalam rangkaian bahwa menurut ramalan BMKG tingkat curah hujan tinggi di bulan Januari,” kata Eman.

“Ternyata benar dan kita telah mengantisipasi, meskipun belum longsor namun penanggulangan bencana telah stand by di ruas yang berpotensi terjadi tanah longsor maupun pohon tumbang,” tutur Eman, saat diwawancarai sejumlah wartawan, usai ibadah awal tahun Pemkot Tomohon di Anugerah Hall, Selasa (7/1).

Baca Juga:  Percepat Pembangunan Bandara Lolak, Watung Temui Dirjen

Orang nomor satu di Tomohon ini berharap, curah hujan tinggi berakhir segera berakhir. “Kita akan membuat posko 1×24 jam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Eman pun meminta masyarakat untuk waspada. “Tapi yang penting, seperti di awal November-Desember, kekuatan doa itu luar biasa. Dengan banyak berdoa, kita dihindarkan dari berbagai bencana,” ujar dia.

“Saya juga mengajak masyarakat berdoa, agar Kota Tomohon dihindarkan dari bencana. Para tokoh agama mendoakan Tomohon, sehingga sejauh ini kita terhindar dari bencana. Walau kewaspadaan ini tetap kita jaga, mari kita berdoa supaya bencana dilewatkan di Kota Tomohon,” tandasnya. (Youngky)