Massa Pro E2L-MAP Rusak Kantor Dekab dan Serang Kepolisian

TALAUD,Manadonews.co.id-.Massa E2L-MAP yang melakukan demo terkait menuntut agar pelantikan bupati dan wakil bupati tepilih segera dilantik berakhir ricuh dan anarkis. Demo sendiri dilaksanakan pada kamis 9 januari 2019 pada pukul 12 siang di depan kantor bupati talaud.

Demo yang pada awalnya situasi kondusif berubah menjadi anarkis. Korlap Unras yang juga sebagai orator Swelem Adam mengungkapkan, pihaknya telah melakukan unjuk rasa terkait desakan pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih sudah sebanyak empat kali namun tak di gubris bahkan pihaknya tak segan-segan menyampaikan kepada Kapolres Talaud bahwa akan menduduki pemerintahan Kabupaten Talaud.

“Saat ini kami tidak percaya lagi dengan gubernur sulut Olly Dondokambey, Kami sampaikan kepada bapak kapolres akan segera menunduki tempat ini dengan cara kami sendiri,” cetus Swelem di depan kantor Bupati Kepulauan Talaud.

Pada pukul 13.00 wita para massa unras di desak keluar oleh personel polres kepulauan talaud dari halaman kantor bupati karena melakukan aksi anarkis dengan melempar kantor bupati kepulauan talaud dan para petugas polri. Pada pukul 14.00. wita, para massa secara spontan yang di pimpin oleh salah satu koordinator aksi Renalto Tumarah menuju ke kantor bappeda pemda talaud, dan sesampainya para massa merusak fasilitas kantor, seperti memecahkan kaca kantor.

Baca Juga:  SAS hadiri acara peresmian Rindam XIII Merdeka Tomohon.

Merusak meja dan fasilitas kantor lainnya bahkan terpantau massa melakukan penyerangan kepada aparat kepolisian diantaranya Anggota IK Briptu Sarif Abdul Rahman yang dilokasi bapeda terkena lemparan batu, Kasat IK Ipda I Made Arta luka tergores dan bengkak di dahi serta dagu akibat lemparan batu, dan Kapolsek Melonguane Ipda Dedy Matahari yang diserang menggunakan helem.

Terpisah Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S Irawan, SH, SIK, MH saat di konfirmasi mengungkapkan dirinya menyesalkan akan perilaku yang anarkis di lakukan oleh massa pendemo sehingga menimbulkan kerugian yang penyebab kericuhan tersebut masih di selidiki pihak Kepolisian.

“Saat ini kepolisian masih mendalami peristiwa unjuk rasa yang berubah anarkis dan melakukan pengrusakan itu,” ucap Kapolres. Dari data yang berhasil di himpun harian ini koordinator aksi yang ikurt yakni, Swelem adam, Yohanis Manaputi dan Renalto Tumarah.
(Jelo)

Tags: