Harga Kopra Bisa Bagus, Petani Diminta Bentuk Koperasi

Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Refly Ngantung

SULUT,Manadonews.co.id-.Pemerintah daerah Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) mengajak petani kelapa agar bergabung serta membentuk wadah koperasi agar bisa menikmati harga kopra dengan baik.

“Untuk mengurangi risiko permainan harga oleh pabrik dan tengkulak, baiknya petani bentuk koperasi, baik ditingkat desa, kecamatan, kabupaten maupun provinsi. Sebab, kondisi riil dilapangan, petani swadaya saat ini masih individualis dan tidak berkoperasi,” ujar Kepala Disbun Sulut, Refly Ngantung, Selasa (21/1/2020) saat ditemui di ruang kerjanya.

Hal ini ditegaskan Ngantung bertujuan agar mata rantai pasok diperpendek.

“Pengusaha bagusnya bermitra langsung dengan petani. Kita ambil contoh harga pabrik 1000/kg, diambil tengkulak 9000/kg. Otomatis harga petani dipotong 1000. Itu pun baru satu tengkulak, coba bayangkan jika lebih,” jelas Ngantung.

Ngantung menambahkan, wajib hukumnya petani terkoporasi, maka ada kekuatan untuk bisa mengatur harga.

“Jika petani bersatu, maka petani yang mengatur harga, bukan pengusaha. Selain itu, jika ada koperasi petani, maka bisa menerima KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan dana Bumdes,” tuturnya.

Baca Juga:  Disbun Sulut Meriahkan Parade Santa di Christmas Festival 2019

“Semuanya ini juga butuh peran aktif pemerintah kabupaten dan kota untuk mendata serta mengajak petani berkoperasi. Begitu juga bagi petani di komoditas vanili dan cengkeh,” tutupnya.
(Stvn)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
66 votes

This will close in 10 seconds