Peringatan! Bangun Kawasan Bisnis Baru Tidak Harus Menimbun Pantai Lagi

Simpang empat Mapanget kawasan Grand Kawanua


Manado – Di kenal sebagai kota pantai karena dulu Manado memiliki garis pantai yang panjang, apalagi secara geografis Kota Manado terletak di Teluk Manado.

Pasca pembangunan kawasan bisnis dan perdagangan di bibir pantai ditandai dengan penimbunan pantai dimulai 1990-an, maka sebutan Manado sebagai kota pantai mulai hilang.

Praktis pantai Manado tersisa di bagian utara di Boulevard II ke arah Kecamatan Bunaken. Sementara ke arah barat dari pusat kota hingga Malalayang sebagian besar pantai sudah ditimbun.

Bahkan pantai sepanjang Jalan Piere Tendean, Boulevard I, hampir 100 persen sudah ditimbun dijadikan sejumlah kawasan bisnis seperti Marina Plaza, Blue Banter, Megamas, Mantos, Boulevard Mall, Lion Group dan Bahu Mall.

Pemerhati kota, Dino Sekoh, mengingatkan pemerintah tidak lagi melakukan penimbunan pantai.

“Dalam hal ini pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan terhadap kawasan pantai dan pulau-pulau kecil sesuai undang-undang dan Perda Zonasi tidak lagi memberi izin penimbunan pantai untuk pembangunan kawasan perdagangan,” ujar Dino Sekoh kepada wartawan Manadonews.co.id, Rabu (22/1/2020).

Dino Sekoh menyarankan pembangunan kawasan bisnis dan perdagangan baru dapat memanfaatkan ruang terbuka di Manado bagian timur arah Kecamatan Mapanget dan Kabupaten Minahasa Utara.

“Di sana sudah dilengkapi infrastruktur jalan seperti Ringroad II, tol Manado-Bitung, Jalan Soekarno, bahkan terbaru pembangunan bypass dari Bandara Sam Ratulangi ke Likupang Minut,” tandas dia.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Bupati MInahasa Kuncikan bersama Keluarga Besar Eman