Sumampouw : Pengawasan Barang dan Jasa Diperkuat

MANADO,Manadonews.co.id-.Memasuki usia yang ke-2, Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) merayakan hari ulang yang jatuh pada hari Kamis, (30/01/2020). Kegiatan syukuran HUT ini dilaksanakan di Aula Serbaguna Pemerintah Kota Manado.

Ketua LPK-RI Sulut, Stevanus Stevi Sumampouw dalam sambutannya menyampaikan Syukur yang sebesar-besarnya pada Tuhan Yang Maha kuasa yang telah memimpin Lembaga Perlindungan Konsumen di Sulut sehingga bisa merayakan hari ulang tahun Yang ke 2 tahun.

“Ini merupakan langkah yang baik dalam mempererat komunikasi semua anggota Lembaga untuk dapat bekerja maksimal sesuai tupoksi yang sudah diatur dalam anggaran dasar kerja LPK-RI yakni berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” ujar Sumampouw.

Stevanus Sumampouw menambahkan bahwa setiap anggota LPK-RI Sulut wajib bekerja dan mensosialisasikan undang-undang tentang Perlindungan Konsumen karena banyak masyarakat yang belum paham tentang masalah yang merujuk pada perjanjian Fidusia yang disalahgunakan oleh Perusahaan pembiayaan (finance).

“Pada hakekatnya kita semua adalah Konsumen, dan Konsumen yang dimaksudkan disini adalah yang memiliki masalah dengan Finance yang serta merta melakukan tindakan melawan hukum yakni menggunakan beberapa oknum debcollector untuk mengeksekusi suatu barang atau kendaraan secara paksa tanpa  putusan dari pengadilan, hukum harus ditegakan,” tutur Sumampouw.

Baca Juga:  Pendidikan Jadi Fokus Gubernur Untuk Membangun Dari Pinggiran

Hal senada juga diakui oleh Walikota Manado GS Vicky Lumentut melalui Staf ahli Walikota Ir.Johan Lumain yang dalam sambutanya menyampaikan kepada segenap anggota LPK-RI Sulut untuk bekerja sesuai tupoksi yang ada dan memantau kelayakan barang atau jasa.  

“Meningkatnya aktivitas jual beli di kota Manado baik itu barang atau jasa secara tidak langsung Lembaga Perlindungan Konsumen dapat berperan dalam pengawasan terkait apa yang disodorkan perusahaan dan pengusaha terhadap masyarakat, apakah itu layak atau tidak layak tentu menjadi atensi kita bersama untuk memperjuangkan hak-hak Konsumen,” pungkasnya.
(Ben)