Persi Sulut Gelar Rapat Persiapan Pencegahan dan Penatalaksaan Covid-19

MANADO,Manadonews.co.id-.Rapat Persiapan, Pencegahan dan Penatalaksanaan COVID -19 , digelar Senin (16/03/2020) yang dilaksanakan di RSUP Prof.Dr.R. Kandou Manado.

Kegiatan ini di Fasilitasi oleh PERSI dan MAKERSI Daerah Sulawesi Utara dipimpin oleh Ketua PERSI daerah Sulut Dr.dr.Jimmy Panelewen, SpB-KBD yang juga Direktur Utama RSUP Kandou Manado.

Kegiatan diikuti oleh Dewan Direksi RSUP Kandou, Pengurus PERSI Sulut, Para Direktur RS di Sulut dan Kadis Kesehatan 15 kabupaten / kota serta di hadiri oleh Ketua Komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene,SE dan juga Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu.

Menurut Dirut RSUP Kandou Dr.dr.Jimmy Panelewen, SpB-KBD, kegiatan Ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sejumlah Rumah Sakit di Sulawesi Utar dalam menghadapi virus Covid-19 atau Corona, pasca ditemukan dua pasien positif Corona di Indonesia.

Dalam menghadapi virus corona, setiap rumah sakit  agar menyiapkan ruang isolasi, hand sanitizer di tiap lorong ruangan, serta Alat Pelindung Diri (APD) bagi dokter dan paramedik yang nantinya memeriksa pasien corona.

“Saya minta agar jajaran rumah sakit mengikuti standar kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dalam menangani virus corona. Jika sewaktu-waktu ada pasien corona masuk, bisa dirawat dengan aman dan virusnya tidak menyebar kemana-mana,” ujar Dirut

Baca Juga:  Bank SulutGo Dukung dan Sukseskan Manado Fiesta 2019

Sementara Ketua Komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene,SE mengatakan, kegiatan ini merupakan hal yang positif karna dengan adanya informasi bahwa Sulawesi Utara sudah ada pasien positif  Covid -19, maka kita harus menginformasikan segala sesuatu yang harus disiapakn oleh rumah sakit dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.

“Ini merupakan kesiapan dari setiap rumah sakit yang ada di Sulut dalam mengantisipasi meluasnya virus Corona. Pemprov Sulut sudah menyiapkan anggaran 45 milyar yang disebar 15 Kabupaten/Kota dan jika masih kita upayakan mendapatkan anggaran tambahan ke  kementerian Kesehatan,” pungkas
Ketua Komisi IX DPR-RI.
(Ben)