Atasi Covid-19, Jangan Lupakan Mereka!

MANADO, MANADONEWS.CO.ID – Perjuangan melawan wabah Virus Corona dilakukan oleh seluruh pihak, baik pemerintah, TNI/Polri, Legislator, tokoh agama, politisi, pengusaha, organisasi tak terkecuali perorangan.

Semua bergandengan tangan dalam upaya penghadangan penyebaran virus yang telah memakan beigtu banyak korban jiwa manusia di seantero dunia ini.

Salah satu kiat pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran, mengeluarkan kebijakan social distancing dan physcal distancing yang subtansinya, sejauh tidak ada kepentingan atau keperluan urgensif sebaiknya warga berdiam di dalam rumah, dan kalaupun harus berada di luar rumah usahakanlah tetap menjaga jarak dengan orang lain.

Meski masih ada sebagian warga yang masih terlihat lalu lalang di di jalan (mungkin lagi ada kepetentingan mendesak, pun mungkin sedang kerja), namun secara umum tingkat kesadaran masyarakat, khususnya di Kota Manado sudah terbilang lumayan.

Hal itu ditandai dengan menurunnya rutinitas kendaraan dan sepinya pusat – pusat perbelanjaan, termasuk restoran dan kios.

Terlepas dari itu, jangan sampai diabaikan orang – orang dengan keterbatasan kejiwaan.

Baca Juga:  Eman buka kegiatan PBB-P2 kota tomohon.

Pantauan Manadonews.co.id, Minggu (5/4), di beberapa lokasi terlihat mereka berjalan dengan bebas.

Sambil berjalan, sesekali mereka menghampiri orang lain untuk sekedar minta sebatang rokok.

Salah satu pengendara motor yang kebetulan dihampiri oleh si orang yang mengalami gangguan kejiwaan itu, di jalur Boulevard, kepada manadonews.co.id, mengungkapkan, seharusnya mereka itu juga harus di karantina di rumah sakit.

“Sebab, kita tidak tahu mereka telah menyentuh apa, melakukan kontak fisik dengan siapa, lalu mereka mendekati kita, dan biasanya gerakan tangan mereka spontan,” ujar Buang (begitu dia menyebut namanya).

Menurutnya, di masa – masa wabah virus Corona saat ini, orang dengan gangguan kejiwaan perlu mendapat perhatian.

“Mereka juga kan sama seperti kita. Tidak mau terjangkit virus, Hanya saja karena mengalami gangguan kejiwaan mereka tidak menggunakan masker, tidak cuci tangan, tidak memakai hand sanitizer, juga tidak punya pola makan yang tetap dan sehat, pun punya kebiasaan menyentuh orang secara spontan, pun sebaliknya kita tidak tahu apa mereka sudah terjangkit atau tidak,” paparnya.

Baca Juga:  Ibu Martina lengkong Hadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47

Pesannya, jangan melupakan orang – orang dengan keterbatasaan kejiwaan, sebaliknya pihak berwenang terkait harus mengamankan mereka di tempat yang tidak beresiko terjangkit virus corona.

“Jangan sampai melupakan mereka,” kuncinya.

Fian