Ini Penjelasan Manajemen RSUD Kotamobagu Mengenai di Isolasinya 26 Perawat

MANADONEWS, KOTAMOBAGU – Adanya Pasien Dalam Pengawasan asal Mopuya Utara Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang sempat dirujuk dari Klinik Medika Mopuya, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu serta sempat dirawat selama 5 jam dan kemudian dirujuk ke RS Kandow Manado, akhirnya meninggal dunia pada siang tadi. Hal tersebut membuat manajemen RSUD Kotamobagu langsung mengisolasi 26 perawat Istalasi Gawat Darurat (IGD).

“Ada 4 orang perawat yang kontak langsung dengan pasien dan 22 orang lainnya yang bertugas di IGD pada Rabu kemarin langsung kita Rapid Tes dan di isolasi,” ungkap Direktur RSUD Kotamobagu melalui Kepala Bagian Umum RSUD Yusrin Mantali.

Dirinya menerangkan ke-26 tenaga kesehatan RSUD ini diisolasi di Rusunawa Pobundayan.

“Mereka kita isolasi di Rusunawa yang berada di samping RSUD mulai malam ini hingga 14 hari kedepan,” terangnya.

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan perawat di IGD, pihaknya akan segera melakukan pengisian dengan melakukan roling tenaga perawat dari ruangan lain.

“IGD harus 26 orang perawat dan kehilangan mereka tidak akan berpengaruh karena akan kita isi dengan perawat yang bertugas di ruangan lain. Kami juga meminta agar masyarakat yang datang ke RSUD untuk jujur terkait penyakitnya serta riwayat perjalan dari pasien. Tenaga medis juga harus kita lindungi agar tidak ada lagi kejadian seperti ini,” terangnya.

Baca Juga:  Sukses Konser Agnez Mo Perkuat Semangat Toleransi di Sulawesi Utara

(MLS)