Pasca Penerbangan Komersial “Di Lockdown Sementara” Ini Penampakan Bandara Sam Ratulangi Manado

JAKARTA,MANADONEWS.co.id-Menindaklanjuti keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara layanan transportasi udara komersial dan carter, terhitung sejak Jumat (24/4/2020) bandara Sam Ratulangi Manado terlihat sepi dari semua aktivitas seperti biasanya.

Pantauan media ini, Jumat (24/4/2020) sore hingga malam hari, tampak seluruh area bandara mulai dari pintu masuk, area perparkiran, terminal kedatangan dan keberangkatan nyaris tidak ada aktivitas.

Namun terkait dengan keputusan pemerintah itu, dari keterangan petugas pintu terminal keberangkatan bahwa yang saat itu tersisah satu penerbangan pada pukul 07.00 malam hari tujuan Jakarta.

“Iya pak, ini penerbangan terakhir dari
Manado ke bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.”ungkap petugas pintu keberangkat itu singkat.

Pemberlakuan penghentian sementara operasional penerbangan Komersil dan pesawat Carteran ini berdampak hampir seluruh tenant mitra PT Angkasa Pura I bandara internasional Sam Ratulangi ini menutup sementara usahanya, termasuk para sopir kendaraan khusus bandara yang selama ini beroperasi.

“Ya mo beking apa pak, terpaksa torang stop jo mancari sesuai dengan jangka waktu yang pemerintah ada ator.”kata Hoky, salah seorang driver khusus bandara Sam Ratulangi kepada media ini.

Baca Juga:  Ketua KOMI Optimis Kejurnas Orienteering 2018 Cetak Atlet Terbaik Dalam Jajaran TNI

Pada prinsipnya penghentian sementara penerbangan domestik dan internasional termasuk pewasat carteran ini bertujuan hal penting untuk kepentingan negara yakni mendukung kebijakkan pemerintah melarang aktivitas mudik guna mencegah dan memutuskan mata rantai penularan Covid-19 secara serentak di seluruh Indonesia.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Novie Riyanto Kamis (23/4/2020) menerbitkan keputusan pertama adalah larangan melakukan perjalanan di dalam negeri maupun ke luar negeri, baik menggunakan transportasi udara berjadwal maupun transportasi udara carter.

Adapun larangan ini akan berlaku mulai 24 April hingga 1 Juni 2020 mendatang. “Berlaku mulai 24 April sampai dengan 1 Juni 2020.

Namun larangan ini dikecualikan untuk KESATU pimpinan atau lembaga tinggi negara RI dan tamu atau wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. KEDUA untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang terkena imbas virus Corona (COVID-19) serta KETIGA operasional penegakan hukum ketertiban dan pelayanan darurat serta untuk petugas penerbangan.

Pengecualian juga diberikan untuk angkutan kargo dan operasional lainnya atas seizin pemerintah dalam rangka mendukung penanganan COVID-19. Selain itu, untuk pengangkutan kebutuhan alat kesehatan dan logistik.

Baca Juga:  Umat Katolik Pineleng Sambut Salib IYD

“Untuk navigasi ruang udara tetap buka artinya bahwa pelayanan navigasi pesawat yang overflight tetap buka. Buka 100 persen. Bandara juga beroperasi seperti biasa, di mana mereka wajib melayani pesawat yang take off landing dan melintasi bandara tersebut,” pungkas Novie.(Nando)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
657 votes

This will close in 10 seconds