Discussion Taufik Tumbelaka and Friends: Sesalkan Koordinasi Buruk Antar Pemimpin hingga ASN Cari Muka di Tengah Pandemi Covid-19 

Taufik Manuel Tumbelaka


Manado – Penyebaran pandemi Corona Covid-19 telah melemahkan sendi-sendi perekonomian masyarakat terutama warga kurang mampu.

Namun disayangkan, menurut Taufik Manuel Tumbelaka, pengamat politik dan pemerintahan dari Tumbelaka Academic Centre (TAC), terungkap dari perbincangan Taufik Tumbelaka bersama beberapa teman, di tengah serangan pandemi Covid-19, masyarakat dipertontonkan ‘drama’ memalukan koordinasi parah antar pemimpin dan jajaran oleh sejumlah pemangku kebijakan termasuk oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Masalah koordinasi antar pemangku kebijakan merupakan salah-satu materi perbincangan bersama beberapa kawan saya terkait dampak Covid-19 di Sulut. Pada kesempatan itu saya mengambil posisi sebagai ‘penampung suasana kebatinan’ atau jadi pendengar curahan hati (curhat) teman-teman,” ujar Taufik Tumbelaka kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Kamis (30/4/2020).

Ironis dan sangat disesalkan, tutur Taufik Tumbelaka, di tengah megap-megapnya masyarakat, sejumlah oknum pejabat negara termasuk ASN malah mempertontonkan sikap yang jauh dari etika di media sosial (medsos) yang merupakan wilayah publik. Lebih parah lagi, sikap melalui tulisan di medsos tidak menunjukan substansi masalah, justru nampak kepentingan ‘politik’ pribadi agar terlihat loyal di mata pimpinan.

Baca Juga:  KPK Miliki 5 Dewan Pengawas

“Perilaku ini biasa dikenakan istilah ABS – ‘Asal Bos Senang’. Jika terus terjadi maka bisa dibayangkan apa yang akan dihadapi masyarakat?” Tambah mantan aktivis UGM ini.

Perbedaan pandangan yang terjadi antar pemangku kebijakan, lanjut Tumbelaka, sebenarnya sesuatu yang wajar karena hanya diakibatkan perbedaan sudut pandang atau cara memandang suatu masalah.

“Tidak sulit diatasi, caranya sangat sederhana yaitu komunikasi dan koordinasi. Rasanya solusi ini bagi semua pemimpin (termasuk pejabat ASN) sangat paham karena bagian dari yang disebut OM atau organisasi dan manajemen. Pertanyaannya, kenapa berulang terjadi? Teman-teman saya menjawab dengan solusi, satu istilah di kalangan anak muda ‘Reduce ur Ego Bos’ atau Singkirkan Ego Kamu Bos! Berhenti pertontonkan kelemahan komunikasi dan koordinasi antar pemimpin di wilayah publik,” jelas Tumbelaka.

Padahal, lanjut Taufik Tumbelaka, masalah sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat dari hari ke hari semakin memprihatinkan. Dampak ‘serangan’ Covid-19 memaksa masyarakat kehilangan pemasukan untuk biaya hidup semakin terasa dan berpengaruh signifikan.

“Tersisa adalah harapan agar daya tahan masyarakat dengan kekuatan mental melampui batas maksimal bisa dilakukan di melalui kebersamaan. Masyarakat punya keyakinan bahwa perintah daerah sungguh berjibaku melaksanakan kewajiban untuk melindungi,” pungkas Tumbelaka.

Baca Juga:  HUT Talaud ke- 14, Adolf Binilang Naik Pangkat

(YerryPalohoon)