Manado Bakal Jadi Kota Gepeng

Seorang ibu membawa dua anak di bawah umur minta-minta di salah-satu rumah kopi di Kota Manado (foto pekan lalu)


Manado – Kota Manado telah mengalami kemajuan cukup signifikan pada sektor jasa dibuktikan dengan pertambahan fasilitas akomodasi seperti perhotelan, rumah makan dan rumah kopi.

Gepeng (gelandangan dan pengemis) merupakan suatu fenomena sosial yang harus ditanggapi dengan serius oleh pemerintah mengacu pada jumlah Gepeng yang terus bertambah di Kota Manado.

Pemerhati sosial dan kemasyarakatan, Sonny Tadjure, SH, mengatakan fenomena Gepeng di Kota Manado menjadi penyakit baru mengacu pada sejarah bahwa Manado dulu tanpa Gepeng.

“Kalau dulu kita selalu mengatakan tidak ada gelandangan dan pengemis di Manado tidak seperti Jakarta, rasanya sekarang sudah terbalik. Jika pengemis di Jakarta mulai habis justru di Manado sebaliknya makin banyak,” jelas Sonny Tadjure kepada wartawan Manadonews.co.id, Jumat (8/5/2020).

Sonny Tadjure mengungkapkan, modus Gepeng di Kota Manado melalui ngamen, berjualan makanan ringan seperti kacang dan tisue, serta minta-minta secara terbuka.

“Pengecualian bagi masyarakat difabel seperti tunanetra, sangat kasat mata mereka yang minta-minta di rumah makan atau rumah kopi adalah orang sehat, bahkan banyak di antara mereka tergolong usia muda,” tandas dia.

Baca Juga:  Diduga Berikan Ujaran Kebencian, Mantan Kepala KUA Lolak Resmi Ditahan 

Sonny mengingatkan, jika fenomena Gepeng tidak secepatnya diatasi pemerintah maka suatu saat nanti Manado akan menjadi Kota Gepeng.

“Salah-satu cara mengatasinya melalui regulasi seperti Perda. Contoh, Perda di Jakarta, selain pengemis pemberi uang kepada pengemis juga ditangkap aparat Satpol PP,” terang Tadjure.

Pemerintah melalui Kepala Dinas Sosial Sulut, Rinny Tamuntuan, mengajak masyarakat ikut terlibat menyelesaikan fenomena sosial gelandangan dan pengemis.

“Gepeng merupakan salah-satu masalah sosial kemasyarakatan. Memberi uang kepada pengemis yang notabene orang sehat sama saja mengajarkan mereka terus menjadi malas,” tutur Rinny Tamuntuan kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

(YerryPalohoon)