Awas!!! Kota Manado Berpotensi Muncul “Cluster Bintang”

MANADO, MANADONEWS.co.id- Kondisi penyebaran virus Corona di wilayah Provinsi Sulut khususnya Kota Manado hingga Jumat (22/5/2020) terkonfirmasi telah terjadi peningkatan menjadi 189 orang positif Covid-19.

“Kondisi ini perlu menjadi pertimbangan pemerintah Provinsi Sulut khususnya Kota Manado untuk semakin mempertegas dan meningkatkan pengawasan aturan pembatasan aktivitas perdagangan atau kegiatan yang menimbulkan kerumunan warga.”ujar
Ketua Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Lucky Sanger media ini.

Menurut Lucky, terlepas dari surat penegasan Wali Kota Manado Manado Dr. Vicky Lumentut melalui surat penegasan Wali kota Manado, Nomor : 044/D.4/PEMDAL-PTSP/304/2020, Tanggal 15 Mei 2020 menandaskan selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Kota Manado dengan memperhatikan Peraturan Gubernur nomor 8 tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, namun para pengusaha yang “dikecualikan” antara lain bisnis Komunikasi dan Informasi juga perlu mencermati kondisi yang ada.

“Saya mengamati ada dua kelompok pedagang besar peralatan Komunikasi dan teknologi Informasi dikota Manado yang perlu diawasi adalah IT Center dan Bintang yang ada dikawasan Mega Mas Manado.”ujar Lucky.

Baca Juga:  4 Paslon 'Baku Pasang', PDIP-Golkar Makin Optimis WT-HP Menang di Talaud

Dia menegaskan, disatu sisi pemerintah masih memperbolekkan jenis usaha ini beroperasi, namun disisi lain Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kota Manado dan Provinsi mengimbau agar para pengusaha juga harus dan berkewajiban mengindahkan soal keselamatan pekerja dan masyarakat umum.”tandas Lucky sambil meminta agar Wali Kota Manado meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas bisnis yang berpotensi menimbulkan Cluster baru Covid-19 di kota Manado.

Secara terpisah, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulut Jemmy Kumendong ketika di konfirmasi membenarkan isi Pergub tersebut, hanya saja jika kondisi mendesak perlu ditinjau kembali.

“Betul di perbolekan, tapi soal teknis dilapangan Wali Kota perlu melakukan pantauan dan pengawasan yang ekstra ketat.”tegas Kumendong sambil menambahkan keselamatan manusia diatas segala aturan yang ada.

Sebelumnya GM IT Centre Marcel Mokoginta ketika di konfirmasi mengatakan landasan hukum yang mereka pedomani adalah Pergub tersebut diatas sambil tetap menerapkan protokol Kesehatan bagi para costumer.

Sementara itu, Narto selaku Head Store Toko Bintang ketika dikonfirmasi terkait operasional yang rawan menimbulkan claster baru dan komitmen mendukung upaya pencegahan dan penanganan virus Corona, belum memberikan konfirmasi.

Baca Juga:  Wagub: Dandes harus Diawasi Seleuruh Elemen Daerah

Ketika dikonfirmasi Katty sebagai Head of Mega Jasakelola mengatakan dukungan yang mereka berikan adalah menutup sementara (bahkan hingga saat ini) Mega Mall dan pembatasan jam operasional pada seluruh ruko yang ada di kawasan yang mereka kelolah selama ini.

“Meliahat korban dan ancaman penularan virus Corona yang sangat berbahaya, maka kami mendukung penuh kebijakan dan anjuran pemerintah Kota dan Provinsi Sulut.”tandasnya sambil meminta agar mitra Mega Jasa Kelolah yang masih beroperasi dapat menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan media ini, khusus pedagang barang komunikasi yang tutup berada dikawasan Mantos dan Mega Mall, sementara yang masih aktif beroperasi dan banyak di kunjungi warga adalah IT Centre, Toko Bintang dan sejumlah usaha yang sama lainnya dikawasan Mega Mas Manado.

Bahkan penerapan Pergub dan penegadsan Wali Kota tersebut sempat menimbulkan pro dan kontrak dan kritikan keras dari sejumlah pengelolah Mal di kota Manado.
“Kami diminta untuk tetap beroperasi kami patuhi, tetapi kenapa yang lain dalam jenis usaha yang lain tidak dilarang.”tegas GM Mantos Yono kepada media ini beberapa waktu lalu. ( Nando)

Baca Juga:  RD Warning Para Camat