Ribuan Karyawan Mal di Manado “Terhimpit Kebutuhan Ekonomi” Minta Pengasihan Pemerintah

MANADO, MANADONEWS.co.id- Sekitar 10 ribu karyawan Mal di kota Manado yang dirumahkan akibat Pandemi-Covid-19, hingga saat ini belum mendapat kejelasan dari pemerintah kota Manado.

“Torang le ini tako juga sama Corona, tapi sudah hampir tiga bulan dirumahkan oleh perusahaan, padahal torang juga ada tanggung jawab keluarga.”tutur Mikael Undap, salah seorang karyawan Mal di kota Manado kepada media ini, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, dari sisi kerjasama dengan perusahaan masih memberikan kebijakan dengan beragam kepada karyawan yang selama ini sudah tidak kerja lagi,yakni masih memberikan gaji yang bervariasi dan tidak senilai dengan jumlah gaji yang sebenarnya.

“Kami heran dan bingung, kalau pemerintah Kota beralasan jika Mal dibuka berpotensi menambahkan jumlah positif Covid-19, lalu gimana dengan pasar tradisional dan super market besar lainnya termasuk toko barang elektronik banyak pengunjung di kota Manado yang saat dapat bebas beroperasi tanpa menerapkan protokol kesehatan Covid-19.”katanya.

Sementara itu, karyawan Mal lainnya Dix Matheues VD dalam postingannya di akun FB-nya menuliskan;
“Pusat Perbelanjaan di Manado Sebaiknya Dibuka Kembali. Permintaan ini menjadi penting untuk dipikirkan dengan cerdas dan dilakukan Pemerintah Kota Manado. Karena bukan hanya menyelamatkan pengusaha, tapi lebih dari itu sebagai kepedulian terhadap ribuan pekerja yang sudah 2 bulan lebih dirumahkan tanpa penghasilan. “Bagaimana para pekerja mau menghidupkan keluarganya ?. Sampai kapan pemerintah harus membantu dengan Bansos. Sangat berharap pemerintah dapat memperhatikan nasib ribuan pekerja, pengusaha sehingga roda perekonomian dapat berjalan normal & bergairah kembali. dan tentunya ini dapat dilakukan dengan standar operasional prosedur kenormalan baru (New Normal) dan protokol COVID-19.”

Baca Juga:  Pansus LKPJ Tahun 2017 Sesalkan SKPD Tak Hadir Pembahasan

Secara terpisah, ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Lucky Sanger ketika di konfirmasi Rabu (9/6/2020) menyatakan keprihatinannaya atas kondisi sosial ekonomi yang dirasakan puluhan ribu karyawan Mal yang terdampak Covid-19 dirumahkan, hingga saat ini belum bekerja kembali.

“Saya berpendapat, jika pihak perusahaan mitra Mal dan pihak pengelola Mal siap membayarkan gaji di tengan kurangnya pengunjung yang akan berbelanja, maka seharusnya pemerintah Kota Manado segera memberikan izin kepada pengelola Mal untuk beroperasi kembali.”ujarnya.

Dia menjelaskan, jika pemerintah kota beralasan jika Mal beroperasi kembali akan memperparah kondisi jumlah warga yang tertular Corona, lalu gimana dengan pasar tradisional dan super market besar lainnya dibebaskan beroperasi.

“Sesuai laporan sejumlah pengelola Mal bahwa mereka telah siap dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran Virus Covid-19″katanya.

Untuk itu lanjut Lucky, dengan kondisi saat ini yang semakin parah dalam konteks pekerja yang membutuhkan lapangan pekerjaan seperti sektor pekerja lain di Indonesia, maka salah satu solusi cepat yang diambil oleh perintah Kota adalah memberikan izin operasional bersyarakat kepada pengelola Mal yakni memperendek jam operasional serta benar-benar siap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara benar.

Baca Juga:  Pemkot Tomohon Minimalisir Penularan Rabies

“Melihat kondisi dan jeritan hati ribuan pekerjaan sektor ritel khususnya dua Mal besar di kota Manado ini, maka pemerintah kota segera menindak lanjuti dengan memberikan izin beroperasi secara terbatas.”tandasnya sambil menegaskan selain pencegahan pemerintah kota Manado juga dapat melihat sisi pekerja yang terdampak langsung Covid-19 secara ekonomi.(nando)