DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe Minta Kepolisian Tangkap Pembakar Panji Partai

TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Sikap tegas diperlihatkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe di bawah pimpinan Ketua Hironimus Makagansa, terkait aksi pembakaran panji partai oleh sejumlah oknum saat berlangsungnya demo di depan gedung DPR/MPR ranggal 24 Juni lalu.

“Kepolisian harus mengusut, menangkap dan memproses secara hukum para pelaku,” tandas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe Ferdy Sondakh, SE, di selah – selah memimpin aksi damai DPC PDI Sangihe di Mapolres Sangihe, sekaligus menyerahkan empat pin pernyataan sikap Senin (28/6) hari ini.

Bagi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe, pembakaran panji partai, tidak sekedar bertujuan memancing amarah segenap keluarga besar partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, tapi juga dalam semangat kejujuran, melukai semangat 4 pilar berbangsa dan bernegara..

“Mengapa? Karena PDI Perjuangan selama ini adalah partai yang paling ‘berani’ mengawal 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, maka aksi provokatif tersebut, pada hakekatnya, menginjak – injak kewibawaan NKRI ,melecehkan Pancasila, merusak citra Bhineka Tunggal Ika dan merendahkan UUD 1945, juga kehormatan Presiden dan Wakil Presiden sebagai simbol negara yang melaksanakan 4 pilar, Untuk itu, aksi tersebut tidak boeh ditotolelir oleh DPC PDI Perjuangan Sangihe,” tegasnya.

Baca Juga:  SDN 1 Inobonto 1 Bina Karakter Siswa, Ini Kata Kepsek

“Terkait aksi pembakaran, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe selalu mengedepankan sikap dan semangat penegakkan hukum. Apapun itu, sebagaimana perintah harian ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, DPC PDI Perjuangan Sangihe akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berkompeten dalam hal ini kepolisian guna mengusut tuntas. Untuk itulah DPC PDI Perjuangan Kabipaten Kepulauan Sangihe mendatangi Mapolres Sangihe,” imbuhnya.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe meminta seluruh pengurus, kader, anggota dan simpatisan tetap menjaga soliditas dan tetap bergotong royong.

“Kita tetap fokus pada perjuangan, melaksanakan visi dan misi partai, mengawal pembangunan bangsa demi kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Pada aksi damai yang diterima langsung Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe menyampaikan 4 poin pernyataan sikap, yakni  

1. Peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan serta isu komunis yang dilontarkan oleh aksi massa, bukan hanya bentuk serangan terhadap PDI Perjuangan tetapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca Juga:  Warga Terdampak COVID-19 Terus Terima Bantuan Pemprov Sulut

2. Bahwa kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkisme serta upaya dan keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat benarkan.

3. Kami meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas, mengusut dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan serta menangkap kelompok-kelompok yang menyebarkan isu kebencian yang ingin memecah belah persatuan bangsa.

4. Meminta kepada pihak kepolisian di Sulawesi Utara, khususnya di Kepulauan Sangihe untuk melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan kepulauan Sangihe.

Fian