Jems Tuuk kembali Dorong Konsep Manado Waterfront City

Manado – Kota pantai dan memiliki banyak sungai konsep Waterfront City sangat cocok dikembangkan di Kota Manado.

Anggota DPRD Sulut, Ir. Julius Jems Tuuk, mengatakan konsep Waterfront City bagian dari pariwisata.

“Pemerintah harus manfaatkan keberadaan pantai dan sungai menjadi daya tarik wisata melalui konsep Waterfront City,” tutur Jems Tuuk kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Selasa (21/7/2020).

Jems Tuuk menambahkan, pemanfaatan tepi pantai dan bantaran sungai dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kota.

“Di banyak kota yang memanfaatkan tepi pantai dan bantaran sungai berhasil jadikan Waterfront City sumber pendapatan dan peningkatan ekonomi melalui perdagangan souvernir, kuliner dan aktivitas dagang lainnya,” tandas Jems Tuuk.

Waterfront City menjadikan tepi pantai dan bantaran sungai sebagai beranda, lanjut Jems Tuuk, merupakan filosofi keseimbangan lingkungan hidup. Kota jadi indah dan asri.

“Karena batas antara air dan darat perlu pengelolaan baik. Selama ini diabaikan sehingga jadi sumber bencana,” tandas anggota DPRD Sulut terbaik peraih penghargaan Forward Award ini.

Diketahui, Waterfront City adalah konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau.

Baca Juga:  Maikel Maringka Interupsi Soal Incenerator, Vicky Lumentut Bilang Jangan Asal Bicara

Pengertian “waterfront” dalam Bahasa Indonesia secara harafiah adalah daerah tepi laut, bagian kota yang berbatasan dengan air, daerah pelabuhan (Echols, 2003).

Waterfront City/Development juga dapat diartikan suatu proses dari hasil pembangunan yang memiliki kontak visual dan fisik dengan air dan bagian dari upaya pengembangan wilayah perkotaan yang secara fisik alamnya berada dekat dengan air di mana bentuk pengembangan pembangunan wajah kota yang terjadi berorientasi ke arah perairan.

(YerryPalohoon)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
1093 votes

This will close in 10 seconds