Punya Pantai dan Banyak Sungai Konsep Manado Waterfront City belum Terwujud, Walikota Berikut?

Manado – Suksesi Kota Manado pada 9 Desember 2020 mendatang diharapkan dapat menghasilkan pemimpin peduli lingkungan hidup.

Salah-satunya, menurut anggota DPRD Manado, Jean Sumilat, bahwa konsep Waterfront City yang sudah dirancang lama hingga kini tak dikerjakan maksimal.

“Ini konsep lama dari beberapa walikota sebelumnya. Beberapa sudah dikerjakan, misalnya sebagian bantaran sungai Paal Dua. Walikota berikut harus bisa teruskan konsep baik ini,” tukas Jean Sumilat kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Selasa (21/7/2020).

Jean Sumilat contohkan banjir besar Januari 2014 lalu, bukti pengelolaan lingkungan tidak baik.

“Memang, tidak sepenuhnya salah Manado (pemerintah dan masyarakat) karena banjir juga karena air kiriman dari luar kota. Tapi, banjir besar itu bukti bahwa pengelolaan bantaran sungai kita tidak baik,” kata Sumilat.

Sebelumnya diberitakan, sebagai kota pantai dan memiliki banyak sungai konsep Waterfront City sangat cocok dikembangkan di Kota Manado.

Anggota DPRD Sulut, Ir. Julius Jems Tuuk, mengatakan konsep Waterfront City bagian dari pariwisata.

“Pemerintah harus manfaatkan keberadaan pantai dan sungai menjadi daya tarik wisata melalui konsep Waterfront City,” tutur Jems Tuuk kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga:  Menilik Tantangan dan Peluang Bank SulutGo Hadapi Tuntutan Layanan Perbankan Modern

Jems Tuuk menambahkan, pemanfaatan tepi pantai dan bantaran sungai dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kota.

“Di banyak kota yang memanfaatkan tepi pantai dan bantaran sungai berhasil jadikan Waterfront City sumber pendapatan dan peningkatan ekonomi melalui perdagangan souvernir, kuliner dan aktivitas perdagangan lainnya,” tandas Jems Tuuk.

Waterfront City menjadikan tepi pantai dan bantaran sungai sebagai beranda, lanjut Jems Tuuk, merupakan filosofi keseimbangan lingkungan hidup. Kota jadi indah dan asri.

“Karena batas antara air dan darat perlu pengelolaan baik. Selama ini diabaikan sehingga jadi sumber bencana,” tandas anggota DPRD Sulut terbaik peraih penghargaan Forward Award ini.

Diketahui, Waterfront City adalah konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau.

Pengertian “waterfront” dalam Bahasa Indonesia secara harafiah adalah daerah tepi laut, bagian kota yang berbatasan dengan air, daerah pelabuhan (Echols, 2003).

Waterfront City/Development juga dapat diartikan suatu proses dari hasil pembangunan yang memiliki kontak visual dan fisik dengan air dan bagian dari upaya pengembangan wilayah perkotaan yang secara fisik alamnya berada dekat dengan air di mana bentuk pengembangan pembangunan wajah kota yang terjadi berorientasi ke arah perairan.

Baca Juga:  Catatan Syarifudin Saafa (V): Perlu Alokasi Anggaran bagi Masyarakat Peduli Kebersihan

(YerryPalohoon)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
397 votes

This will close in 10 seconds