Dewan Ustad, Ustadza Dampingi Santri Pondok Pesantren Ulul Albab Ayong Belajar Dirumah

BOLMONG,MANADONEWS.CO.ID,-Berbagai macam lembaga pendidikan di Indonesia, baik lembaga pendidikan formal maupun non formal, senantiasa eksis dan ikut serta berperan dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa.


Salah satu lembaga pendidikan tersebut adalah pondok pesantren yang merupakan sebuah lembaga non formal yang merupakan lembaga pendidikan tertua di negeri ini yang masih memiliki peran penting dalam dunia pendidikan.


Pondok pesantren merupakan sebuah sistem yang unik, tidak hanya unik dalam hal pendekatan pembelajarannya, tetapi juga unik dalam pandangan hidup dan tata nilai yang dianut, cara hidup yang ditempuh, serta semua aspek-aspek kependidikan dan kemasyarakatan lainnya. Dari sistematika pengajaran, dijumpai sistem pelajaran yang berulang-ulang dari tingkat ke tingkat, tanpa terlihat kesudahannya.


Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan Islam yang mendidik serta mengajar, santri. Kegiatannya mencakup Tri Dharma Pondok Pesantren yaitu keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT; pengembangan keilmuan yang bermanfaat; dan pengabdian terhadap agama, masyarakat dan negara.


Situasi pandemi saat ini menuntut para pendidik untuk melakukan cara-cara yang kreatif dan inovativ.
Cara-cara kreatif ini pun dilakukan oleh Santri pondok pesantren Ulul Albab Ayong mulai dari tingkat Raudatul Athfal, madrasah ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, sampai madrasah aliyah yang mengadakan kegiatan belajar mengajar dirumah dan didampingi oleh Dewan Ustad dan Ustadza.

Baca Juga:  Diskominfo Minahasa Tenggara Belajar Data Center di Kotamobagu


Ketua yayasan pendidikan Almisbach Jamal Dodego, mengatakan kegiatan belajar mengajar mereka lakukan secara bergantian mendatangi santri sesuai mata pelajaran yang diampuh sejak 13 Juli 2020.


“Metode pembelajaran di pesantren ada yang bersifat tradisional, yaitu metode pembelajaran yang diselenggarakan menurut kebiasaan-kebiasaan yang telah lama dipergunakan dalam institusi pesantren atau merupakan metode pembelajaran asli pesantren. Ada pula metode pembelajaran baru (tajdid), yaitu metode pembelajaran hasil pembaharuan kalangan pesantren dengan mengintrodusir metode-metode yang berkembang di masyarakat modern” katanya.


Selanjutnya Kepala Sekolah Ustat Jamal Dodego S.a.g ini menyebutkan Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran ini berbeda antara satu pondok pesantren dengan pondok pesantren lainnya, dalam arti tidak ada keseragaman sistem dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajarannya.


Sejalan dengan perkembangan zaman, lembaga pendidikan pesantren juga tidak menutup diri untuk mengadakan pembaharuan-pembaharuan baik metode maupun teknis dalam pelaksanaan pendidikan pesantren itu sendiri.


“Ditengah situasi pandemi saat ini tak mengurangi semangat kami untuk terus mengajarkan kebaikan kepada para santri,” ungkapnya.
Sementara itu, dari hasil investigasi di pondok pesantren tersebut, Ilham B. Yacob mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya tidak menemukan adanya penyelewengan ditempat tersebut.

Baca Juga:  Welty Dukung Program Padat Karya Olly Dondokambey


“Para Ustad dan Ustadza di pondok pesantren ini perlu diberikan apresiasi. Sebab meski dalam situasi wabah saat ini tak mengurangi semangat mereka untuk mengajar para santri,” pungkasnya. (David)

Tags:

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
457 votes

This will close in 10 seconds